IJAZAH JOKOWI: BUKANLAH ISU PENTING BANGSA SAAT INI !
oleh: Ir. Anggun Firmansyah, S.T. (Mahasiswa S2 Universitas Gadjah Mada)
Politik pengalihan isu relevan dilakukan oleh dua pelaku, yaitu OPOSISI YANG LAPAR dan PENGUASA YANG GENTAR. Keduanya sama-sama haus perhatian publik dengan menggiring masyarakat untuk terlibat dalam isu yang tak produktif. Mirisnya, banyak yang terlena menjadikan topik bahasan tersebut di pos-pos ronda.
Ada yang menari diatas kegaduhan, menabuh gendang agar tak berhenti berbunyi. Sampai kita terbuai bahwa ada tantangan besar bangsa kita yang terlupakan. Masyarakat hari ini dihadapkan pada tantangan nyata: angka korupsi yang meningkat, ketimpangan sosial-ekonomi yang kian lebar, isu global yang berdampak langsung. Serta harapan besar terhadap program-program yang dijanjikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ruang-ruang diskusi seharusnya dipenuhi dengan kajian kritis atas arah kebijakan pemerintahan ke depan, terutama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menabuh gendang yang keras dalam pengawalan kasus-kasus hukum yang sangat berdampak kepada masyarakat.
Apa kabar laut yang dipagar? Apa kabar kasus Firli Bahuri ? Apa kabar makan bergizi gratis? Apa kabar lemahnya rupiah? Apa kabar BUMN kita ? Apa kabar kita yang terus digiring untuk bicara ijazah, tapi lupa pada isi perut dan harga beras?
Berhentilah menjadi masyarakat yang cepat lupa, padahal luka belum sembuh. Berhentilah jadi masyarakat yang lebih peduli citra daripada sensasi. Mari berbalik arah sebelum terlalu jauh menyaksikan persidangan Ijazah yang menguras tenaga. Disclaimer, bukan berarti membela Jokowi. Tetapi momentum yang tidak tepat dan perlu kita bertanya lagi. Buat apa ribut untuk saat ini ???
Isu merembet liar ke institusi Universitas Gadjah Mada (UGM), banyak yang menghakimi intitusi tersebut tidak professional dan bersekongkol melindungi sang alumni. Sebagai mahasiswa UGM, yang berjumpa langsung dengan dosen, mahasiswa, dan bahkan struktural rektorat. Tak jarang kritis terhadap kebijakan Jokowi sebelumnya diruang-ruang seminar maupun dalam kelas.
Mahasiswa mana yang lantang ? guru besar mana yang paling nyaring menentang kebijakannya saat itu? UGM. Jadi, doesn’t make sense atas tuduhan yang ada. Terlepas benar atau salah, marilah kita berbelok arah membahas yang lebih penting dan produktif lagi. Negara sebesar Indonesia, tidak dikelola oleh satu orang saja. Mari Bersatu menjadi masyarakat yang kritis dan produktif demi kemajuan social-ekonomi bangsa Indonesia kita tercinta…
