Sosial

Abdul Hadi: Kepala BMKG Baru Harus Teruskan Langkah Baik, Wujudkan Layanan yang Lebih Tanggap dan Modern

308 kali dibaca

Jakarta, 11 November 2025 — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Nusa Tenggara Barat II (Pulau Lombok), Abdul Hadi, memberikan ucapan selamat kepada Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang baru, Teuku Faisal Fathani, yang resmi dilantik menggantikan Dwikorita Karnawati.

Dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Kepala BMKG, Abdul Hadi menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Dwikorita Karnawati yang telah memimpin berbagai terobosan penting, terutama dalam memperkuat sistem peringatan dini multi-bahaya dan modernisasi layanan meteorologi nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian Ibu Dwikorita Karnawati selama memimpin BMKG, dan selamat bertugas kepada Bapak Teuku Faisal Fathani. Kepemimpinan baru ini harus menjadi momentum untuk melanjutkan langkah-langkah baik yang sudah ada, serta mempercepat transformasi BMKG menjadi lembaga yang lebih tanggap, modern, dan berdaya saing,” ujar Abdul Hadi di Gedung DPR RI, Selasa (11/11/2025).

Dorong Transformasi Digital dan Penguatan Sistem Peringatan Dini

Sebagai mitra kerja BMKG di Komisi V DPR RI, Abdul Hadi menegaskan bahwa BMKG memiliki peran strategis dalam keselamatan publik dan pembangunan nasional. Menurutnya, sejumlah pekerjaan rumah penting menanti pimpinan baru, terutama dalam aspek transformasi digital, penguatan sistem peringatan dini, dan modernisasi layanan publik.

“BMKG harus memastikan sistem peringatan dini multi-bahaya dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah rawan seperti NTB dan Pulau Lombok. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang cepat, real-time, dan mudah dipahami,” jelas politisi PKS asal Lombok tersebut.

Perkuat Jaringan Observasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Selain memperluas jangkauan peringatan dini, Abdul Hadi juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas observasi dan jaringan komunikasi di daerah terpencil. Ia mendorong BMKG untuk terus memperbarui alat ukur, memperluas stasiun pengamatan, dan meningkatkan aksesibilitas data cuaca, iklim, serta geofisika di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, Abdul Hadi menilai bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam memperkuat mitigasi bencana. “BMKG tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan lembaga riset, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat harus diperkuat agar data dan hasil analisis BMKG bisa dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan publik berbasis sains,” ujarnya.

Layanan BMKG Harus Lebih Responsif dan Modern

Lebih lanjut, Abdul Hadi berharap kepemimpinan baru di bawah Teuku Faisal Fathani mampu menghadirkan BMKG yang lebih inovatif, responsif, dan terbuka terhadap kebutuhan masyarakat.

“Saya percaya Bapak Teuku Faisal Fathani mampu melanjutkan fondasi yang sudah dibangun Ibu Dwikorita, sekaligus membawa BMKG ke arah yang lebih maju. BMKG harus semakin modern, digital, dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan serta kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *