Wagub NTB Indah Dhamayanti Tegaskan Pemprov Terbuka terhadap Aspirasi Mahasiswa, Fokus Tangani Jalan Rusak dan Blank Spot Internet
MATARAM (29/4) – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB terbuka terhadap berbagai aspirasi masyarakat, termasuk masukan dari kalangan mahasiswa terkait persoalan infrastruktur jalan dan jaringan internet di Pulau Sumbawa.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (29/4/2026).
Wagub NTB Minta Aspirasi Mahasiswa Tetap Fokus dan Terarah
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur yang akrab disapa Ummi Dinda itu menekankan pentingnya fokus dalam menyampaikan aspirasi agar pemerintah dapat menindaklanjuti persoalan secara efektif dan terukur.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran.
“Setiap perjuangan harus fokus pada apa yang menjadi titik dari perjuangan itu sendiri,” ujar Ummi Dinda.
Selain itu, Wagub NTB juga meminta agar ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat terus dijaga sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kita tetap ada upaya dan langkah-langkah yang dilakukan. Salah satunya adalah perbaikan jalan sporadis di titik-titik yang dianggap sangat rawan bagi pengguna jalan,” terangnya.
Mahasiswa Soroti Jalan Rusak dan Blank Spot Internet di Bima dan Dompu
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa IMBI menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, terutama terkait kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Sumbawa, Bima, dan Dompu.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti persoalan jaringan internet yang belum merata di sejumlah kecamatan di Pulau Sumbawa yang masih mengalami blank spot atau sinyal lemah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik, mengakui masih terdapat sejumlah wilayah blank spot di NTB, baik di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.
Beberapa wilayah yang disebut masih mengalami keterbatasan akses jaringan internet antara lain Kecamatan Lambitu, Wera, Monta, Langgudu, Ambalawi, hingga Sape.
“Kondisi geografis serta pertimbangan bisnis operator menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan layanan,” kata Ahsanul Khalik.
Pemprov NTB Dorong Pembangunan BTS untuk Atasi Blank Spot
Sebagai langkah percepatan pemerataan akses digital, Pemprov NTB terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan operator telekomunikasi melalui program pembangunan BTS dari pemerintah pusat.
Ahsanul Khalik menjelaskan bahwa Pemprov NTB telah dua kali mengusulkan wilayah blank spot di Kabupaten Bima agar masuk prioritas pembangunan BTS melalui program BAKTI.
“Kami sudah dua kali bersurat ke pemerintah pusat melalui program BAKTI untuk mengusulkan wilayah blank spot, termasuk di Kabupaten Bima, agar masuk prioritas pembangunan BTS,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov NTB juga melakukan pemetaan dan koordinasi bersama pemerintah kabupaten terkait kesiapan lahan, perizinan, dan dukungan wilayah guna mempercepat investasi operator telekomunikasi di daerah yang masih mengalami sinyal lemah.
Menurutnya, penguatan ekosistem digital daerah menjadi kebutuhan penting karena akses internet kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dalam berbagai sektor.
“Mengingat penguatan ekosistem digital daerah sangat penting, maka akses internet bagi publik wajib demi kepentingan sosial masyarakat,” tegas Aka, sapaan akrab Kadiskominfotik NTB.
Pemprov NTB Fokus Perbaikan Jalan Rusak di Bima dan Sape
Sementara itu, terkait persoalan infrastruktur jalan, Pemerintah Provinsi NTB mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan dalam kondisi rusak, baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten.
Kepala Dinas PUPR NTB, Lalu Kusuma Wijaya, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran dalam beberapa tahun terakhir membuat penanganan difokuskan pada titik prioritas yang membahayakan pengguna jalan.
Meski demikian, sejumlah ruas jalan di wilayah Bima dan sekitarnya telah masuk dalam rencana penanganan Pemerintah Provinsi NTB tahun 2026.
“Insya Allah bulan Mei ini kita mulai penanganan di beberapa ruas, seperti Karumbu-Sape, Tawali-Sape, dan beberapa titik lain yang mengalami kerusakan,” pungkasnya.
Pemprov NTB Perkuat Infrastruktur dan Konektivitas Digital
Audiensi antara Pemprov NTB dan mahasiswa IMBI tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat komunikasi publik sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur dasar di NTB.
Melalui penguatan pembangunan jalan dan pemerataan akses internet hingga wilayah pelosok, Pemerintah Provinsi NTB berharap konektivitas antarwilayah dan pelayanan publik dapat terus meningkat demi mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
