Sosial

Menwa Rinjani NTB Soroti Film “Pesta Babi”, Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Harmoni Sosial

387 kali dibaca

MATARAM (9/4) – Komando Resimen Mahasiswa Rinjani Nusa Tenggara Barat menyampaikan pernyataan sikap terkait beredarnya film “Pesta Babi” di wilayah Nusa Tenggara Barat. Dalam pernyataan resminya, Menwa Rinjani NTB mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan kalangan mahasiswa, agar menyikapi persoalan tersebut secara bijaksana, proporsional, dan tetap menjaga nilai persatuan bangsa.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan di Mataram pada 9 Mei 2026 oleh Kepala Staf Komando Menwa Rinjani NTB, Lalu Riki Wijaya.

Menwa NTB Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai Budaya dan Religiusitas

Dalam keterangannya, Menwa Rinjani NTB menegaskan bahwa keberagaman budaya, adat istiadat, keyakinan, dan cara pandang masyarakat Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab.

Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi dan berkarya dalam kehidupan demokrasi tetap harus memperhatikan sensitivitas sosial, nilai budaya, serta harmonisasi kehidupan bermasyarakat.

“Terkait beredarnya film Pesta Babi, kami mengajak masyarakat untuk menyikapinya secara dewasa, bijaksana, dan mengedepankan etika, toleransi, serta semangat persaudaraan kebangsaan,” demikian isi pernyataan sikap tersebut.

Harap Penayangan Film Dipertimbangkan Kembali di NTB

Selain itu, Komando Menwa Rinjani NTB juga berharap agar penayangan maupun aktivitas pemutaran film tersebut di wilayah NTB dapat dipertimbangkan kembali apabila dinilai berpotensi menimbulkan keresahan sosial, kesalahpahaman budaya, maupun terganggunya keharmonisan masyarakat.

Menurut mereka, masyarakat NTB dikenal menjunjung tinggi nilai religiusitas dan kearifan lokal, sehingga setiap bentuk tontonan publik perlu mempertimbangkan kondisi sosial budaya daerah.

Dorong Film Edukatif dan Penguatan Karakter Generasi Muda

Lebih lanjut, Menwa Rinjani NTB mendorong agar ruang-ruang pertunjukan, diskusi, dan tontonan publik lebih diarahkan kepada film-film edukatif yang mampu membangun karakter generasi muda.

Mereka menilai, tontonan publik seharusnya dapat memperkuat semangat kebangsaan, nilai persatuan, toleransi, cinta tanah air, serta memperkaya wawasan intelektual dan budaya masyarakat Indonesia.

“Film dan ruang diskusi publik diharapkan menjadi sarana pendidikan karakter dan penguatan nasionalisme bagi generasi muda,” lanjut isi pernyataan tersebut.

Ajak Bangun Dialog Santun dan Hindari Konflik Sosial

Di sisi lain, Menwa Rinjani NTB juga menekankan pentingnya membangun ruang dialog yang santun, ilmiah, dan penuh penghormatan agar setiap perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik maupun perpecahan sosial.

Sebagai bagian dari organisasi bela negara di lingkungan mahasiswa, Menwa Rinjani NTB menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan, dan menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai nasionalisme serta sikap saling menghargai di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Tegaskan Komitmen Menjaga NKRI

Pada akhirnya, Menwa Rinjani NTB menegaskan bahwa pernyataan sikap ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga persaudaraan, ketertiban, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mereka juga kembali menegaskan semangat “Widya Castrena Dharma Siddha”, yang berarti penyempurnaan pengabdian melalui ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan, sebagai landasan pengabdian mahasiswa dalam menjaga bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *