PendidikanSosial

Kepala BGN RI dan Gubernur NTB Bahas Program Makan Bergizi Gratis di Pendopo, NTB Jadi Daerah Terbaik Nasional

56 kali dibaca

MATARAM (12/5) – Suasana hangat penuh keakraban terlihat di Pendopo Tengah Gubernur Nusa Tenggara Barat saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, bertemu Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Rabu (12/5/2026). Dalam suasana santai makan siang khas Lombok, keduanya membahas percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini terus diperluas hingga ke wilayah pinggiran NTB.

Pertemuan tersebut berlangsung tanpa sekat formal birokrasi. Di atas meja makan tersaji sate Rembiga, ayam Taliwang, telur goreng, hingga plecing kangkung khas Lombok yang menjadi pembuka diskusi panjang mengenai tantangan pelayanan publik dan pemenuhan gizi masyarakat.

Kepala BGN RI hadir bersama rombongan dari Jakarta serta tim Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Lombok. Sementara Gubernur NTB didampingi Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, dan Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Ghani.

NTB Jadi Daerah dengan Progres Program MBG Terbaik Nasional

Dalam pertemuan tersebut, Dadan Hindayana mengapresiasi progres pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di NTB yang dinilai menjadi salah satu daerah terbaik secara nasional.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional per 9 Mei 2026, NTB telah memiliki 820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Program tersebut juga melibatkan 39.023 relawan dan telah menjangkau 1.832.808 penerima manfaat.

Kabupaten Lombok Timur tercatat menjadi daerah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni 258 unit. Selanjutnya disusul Lombok Tengah sebanyak 179 unit dan Lombok Barat 126 unit.

“NTB termasuk daerah dengan progres pelaksanaan MBG terbaik secara nasional, bahkan sudah melampaui target awal pemerintah pusat,” ungkap Dadan Hindayana.

Program MBG Hadapi Tantangan Besar Sejak Awal

Selain itu, Kepala BGN RI juga mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan program yang mudah dijalankan karena berskala nasional dan melibatkan jutaan masyarakat.

Menurutnya, pada fase awal pelaksanaan, banyak pihak meragukan kesiapan pemerintah menjalankan program tersebut. Namun arahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghadirkan layanan pangan bergizi bagi masyarakat menjadi dorongan kuat agar program tetap berjalan cepat.

“Kalau pemerintah harus membangun dapur sendiri semuanya tentu akan berat dan membutuhkan waktu lama. Karena itu lahir pola kemitraan bersama masyarakat melalui yayasan agar program bisa bergerak lebih cepat,” jelasnya.

Ia juga mengakui berbagai kritik dan sorotan publik merupakan bagian dari proses membangun layanan publik berskala besar.

“Kalau memulai kebaikan besar untuk masyarakat, kita memang harus siap menerima kritik. Yang penting terus memperbaiki dan memastikan manfaatnya dirasakan rakyat,” tegas Dadan.

Gubernur NTB Dorong MBG Menjangkau Wilayah Pinggiran

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat konsolidasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar Program MBG dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Meski progres NTB dinilai sangat baik, Miq Iqbal mengakui masih terdapat sejumlah wilayah pinggiran yang belum sepenuhnya terlayani. Wilayah tersebut bukan termasuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), tetapi secara geografis cukup jauh dari pusat kota sehingga belum banyak diminati mitra penyelenggara.

“Di beberapa desa sebenarnya sudah ada sekolah dan pondok pesantren yang sangat memungkinkan untuk dilayani satu SPPG. Program ini sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut,” ujar Miq Iqbal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BGN RI memastikan pihaknya segera menindaklanjuti laporan Pemprov NTB agar titik-titik layanan baru dapat dipetakan dan dipercepat pelaksanaannya.

Silaturahmi Hangat Bahas Pelayanan Publik dan Gizi Masyarakat

Di sisi lain, suasana santai makan siang di Pendopo NTB juga diwarnai percakapan ringan mengenai kuliner khas Lombok. Saat mencicipi plecing kangkung, Dadan Hindayana memuji rasa khas kangkung Lombok yang menurutnya berbeda dibanding daerah lain.

Gubernur Miq Iqbal pun menyambut dengan gurauan bahwa berkunjung ke Lombok terasa belum lengkap tanpa menikmati plecing kangkung.

Namun di balik suasana santai tersebut, tersimpan pembahasan serius tentang bagaimana negara harus hadir memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan bergizi yang layak.

Silaturahmi di Pendopo NTB itu sekaligus menjadi gambaran bahwa pelayanan publik terbaik tidak selalu lahir dari ruang rapat formal, melainkan juga dari dialog hangat, keterbukaan, dan komitmen bersama untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Program Makan Bergizi Gratis pun kini menjadi salah satu program strategis nasional yang menandai semakin kuatnya kehadiran negara dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat Indonesia secara luas dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *