EkonomiNature

Gubernur NTB Perkuat Pengajuan Tambora Jadi UNESCO Global Geopark, Konservasi Teluk Saleh Jadi Fondasi Utama

68 kali dibaca

MATARAM (13/5) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat langkah strategis menjadikan Geopark Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah perlindungan kawasan Teluk Saleh sebagai penyangga ekosistem dan biodiversitas Geopark Tambora.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mempresentasikan pengajuan Tambora menuju UNESCO Global Geopark di hadapan tim panelis UNESCO secara daring, Rabu (13/5/2026).

Dalam presentasi tersebut, Gubernur Miq Iqbal didampingi Sekretaris Bappeda NTB Baiq Yunita Puji Widiani, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari, serta General Manager Rinjani UNESCO Global Geopark Qwadru P. Wicaksono.

Pengalaman Kelola Rinjani Jadi Modal Tambora Menuju UNESCO Global Geopark

Di hadapan panelis UNESCO, Gubernur NTB menegaskan bahwa daerahnya tidak memulai pengelolaan geopark dari nol. Pengalaman mengelola Rinjani UNESCO Global Geopark menjadi modal besar dalam memperkuat tata kelola Tambora menuju standar geopark dunia.

“We don’t start from the scratch. Kami sudah memiliki pengalaman bagaimana mengelola geopark sebagai pusat konservasi lingkungan, pelestarian geologi, dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Miq Iqbal.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa Tambora merupakan forgotten gem yang selama ini belum sepenuhnya dikenal dunia, padahal memiliki kekayaan geologi, sejarah, budaya, dan biodiversitas yang sangat besar.

Berbeda dengan Rinjani yang dikenal sebagai destinasi wisata pegunungan dunia, Tambora menyimpan jejak salah satu letusan gunung api terbesar dalam sejarah modern manusia.

Letusan Gunung Tambora 1815 Ubah Iklim Dunia

Gubernur NTB menjelaskan bahwa letusan Gunung Tambora tahun 1815 tidak hanya mengubah bentang alam Pulau Sumbawa, tetapi juga memengaruhi iklim dunia hingga memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat penyebaran abu vulkanik ke atmosfer bumi.

“Tambora bukan hanya tentang gunung api. Ia adalah bagian penting dari sejarah dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Miq Iqbal mengatakan kawasan Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa, yang menjadi bagian penting dalam penguatan konservasi berbasis masyarakat serta pelestarian budaya lokal.

Biodiversitas Tambora dan Teluk Saleh Jadi Fokus Konservasi

Selain memiliki nilai sejarah dan budaya dunia, kawasan Tambora juga berada di wilayah timur garis Wallace atau Wallace Line, yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan berbagai spesies flora dan fauna endemik.

Menurut Gubernur, sedikitnya 275 spesies telah berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut. Namun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih besar dan sebagian berada dalam kondisi terancam akibat kerusakan hutan serta aktivitas ilegal.

“Karena itu konservasi menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan kawasan ini,” jelasnya.

Sebagai bentuk penguatan konservasi, Pemerintah Provinsi NTB juga menempatkan perlindungan Teluk Saleh sebagai prioritas utama. Kawasan tersebut dikenal sebagai habitat hiu paus (whale shark) serta ekosistem laut penting di Pulau Sumbawa.

Menurut Miq Iqbal, perlindungan Teluk Saleh menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan kawasan geopark tetap berjalan seimbang dengan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

“Konservasi bukan pelengkap pembangunan, tetapi fondasi utama pembangunan kawasan,” tegasnya.

Geopark Tambora Dinilai Punya Nilai Universal Dunia

Sementara itu, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora, Makdis Sari, menegaskan bahwa Tambora memiliki nilai universal yang sangat kuat sebagai warisan geologi dunia.

“Tambora bukan sekadar gunung berapi. Ia adalah arsip hidup dari peristiwa geologis yang mengubah sejarah manusia,” ujarnya.

Menurut Makdis, jejak letusan Tambora tahun 1815 hingga kini masih dapat ditelusuri melalui berbagai bukti ilmiah, geologi, dan budaya yang menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan dunia.

Karena itu, pengajuan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark dinilai menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat posisi daerah sebagai pusat konservasi lingkungan, geopark dunia, dan pembangunan berkelanjutan berbasis ekologi di Indonesia timur.

Dengan penguatan konservasi Teluk Saleh, pelestarian biodiversitas, serta pengembangan geopark berbasis masyarakat, NTB optimistis Geopark Tambora mampu menjadi salah satu warisan dunia yang memberikan dampak besar bagi lingkungan, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi berkelanjutan masyarakat Pulau Sumbawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *