Muhammadiyah

PWM NTB Gelar Silaturahmi Bersama Prof. Abdul Mu’ti, Tekankan Semangat “Puritan Inklusif” Muhammadiyah

85 kali dibaca

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan silaturahmi bersama Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed. pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Golden Palace Hotel.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Si. beserta seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah se-Nusa Tenggara Barat, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Organisasi Otonom (Ortom), hingga Unsur Pembantu Pimpinan PWM NTB.

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya memperkuat gerakan Muhammadiyah di NTB dengan membangun hubungan yang luas dan produktif. Ia menyampaikan bahwa salah satu karakter kepribadian Muhammadiyah adalah memperbanyak kawan, membangun hubungan baik dengan pemerintah, serta mematuhi seluruh hukum yang berlaku.

Menurutnya, saat ini terdapat gejala di masyarakat yang memisahkan konsep amar ma’ruf dan nahi munkar. Amar ma’ruf dipandang sebagai program tersendiri, sementara nahi munkar dipahami hanya sebatas perlawanan. Padahal, nahi munkar tidak selalu identik dengan sikap melawan tanpa solusi.

“Sekarang ada narasi bahwa nahi munkar itu harus melawan. Kalau tidak melawan dianggap tidak nahi munkar. Kemudian muncul sikap yang hanya mencari kesalahan, ketika ada yang benar justru tidak dianggap,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti fenomena kritik yang tidak disertai solusi, sehingga energi umat habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Menurutnya, ruang digital saat ini banyak dipenuhi narasi negatif yang membuat seseorang mudah memiliki mental inferior dan menyalahkan pihak lain atas kelemahan dirinya sendiri.

Selain itu, Prof. Mu’ti turut menyinggung fenomena tajassus atau doxxing yang marak terjadi di media sosial. Ia mengingatkan bahwa sikap semacam itu tidak mencerminkan karakter Muhammadiyah yang terbuka dan berkemajuan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mu’ti juga mengangkat kisah KH Ahmad Dahlan sebagai teladan dalam membangun sikap inklusif. Ia menjelaskan bahwa KH Ahmad Dahlan mampu berteman dengan siapa saja tanpa menjadikan keimanannya goyah.

“Puritan inklusif. KH Ahmad Dahlan menjadi contoh bagaimana berteman dengan siapa saja tidak menjadikan keimanannya goyah,” ujarnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, serta ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *