HukumPolitikSosialTrending

Demo Pembentukan PPS Memanas, Massa Blokade Jalan Menuju Pelabuhan Poto Tano

83 kali dibaca

Sumbawa Barat (2/6) – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di kawasan Kemutar Telu, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (2/6/2026), berlangsung memanas. Massa aksi melakukan pemblokiran sementara terhadap akses utama menuju Pelabuhan Poto Tano. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.

Truk Diparkir Melintang di Badan Jalan

Pemblokiran dilakukan dengan menempatkan sebuah truk secara melintang di badan jalan. Akibatnya, kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Poto Tano tidak dapat melintas.

Selain itu, antrean kendaraan mulai terlihat di sejumlah titik. Truk logistik dan kendaraan angkutan barang antarprovinsi menjadi yang paling terdampak akibat penutupan akses tersebut.

Massa Bakar Ban Bekas

Tidak hanya memblokir jalan, massa aksi juga membakar ban bekas di sekitar lokasi demonstrasi. Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi dan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

Menurut peserta aksi, pembakaran ban tersebut merupakan simbol kekecewaan masyarakat Pulau Sumbawa. Pasalnya, pembentukan daerah otonom baru yang selama ini diperjuangkan belum juga terealisasi.

Meski demikian, aksi penyampaian aspirasi masih berlangsung secara terorganisir. Sejumlah peserta secara bergantian menyampaikan orasi terkait pentingnya pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa.

Aliansi Tegaskan Aksi Bersifat Sementara

Salah seorang anggota Aliansi PPS, Muammar Khadafie, menjelaskan bahwa pemblokiran jalan yang dilakukan bersifat sementara. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak bertujuan menghentikan aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah secara permanen.

“Aksi massa ini hanya kami lakukan sampai pukul 18.00 Wita,” tegas Muammar Khadafie.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi agar tuntutan masyarakat Pulau Sumbawa mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Menurutnya, perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa telah berlangsung cukup lama. Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat segera memberikan kepastian terkait usulan tersebut.

Menunggu Evaluasi dan Respons Pemerintah

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya aksi lanjutan, Muammar mengaku belum dapat memberikan kepastian. Pihak aliansi akan terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap hasil aksi yang berlangsung hari ini.

“Kami akan lakukan evaluasi dulu,” singkatnya.

Sementara itu, aparat kepolisian bersama sejumlah petugas terkait terus berjaga di sekitar lokasi. Petugas juga mengimbau pengguna jalan untuk mengikuti arahan yang diberikan di lapangan.

Hingga sore hari, arus lalu lintas menuju Pelabuhan Poto Tano masih mengalami gangguan akibat pemblokiran tersebut. Namun, kondisi keamanan secara umum masih berada dalam pengawasan aparat yang bertugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *