MuhammadiyahTechTrending

Rakornas MPI Muhammadiyah 2025: Satukan Langkah Menuju Transformasi Digital Persyarikatan

289 kali dibaca

Yogyakarta, (11/10) – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) MPI Muhammadiyah se-Indonesia, yang diikuti dengan antusias oleh hampir 100 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, strategi, dan langkah konkret menuju transformasi digital Persyarikatan Muhammadiyah yang berkelanjutan.

Rapat yang berlangsung secara daring dan luring ini dipimpin langsung oleh Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Muchlas, M.T.. Dalam arahannya, Prof. Muchlas menegaskan bahwa Rakornas kali ini bertujuan menyamakan persepsi dan strategi antara MPI di seluruh tingkatan sebelum pelaksanaan rapat koordinasi antara Biro Pustaka (BP) Muhammadiyah dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM).

“Kita ingin agar MPI PWM se-Indonesia memahami terlebih dahulu hasil koordinasi antara BP dan PWM. Dengan begitu, ketika PWM meminta MPI melaksanakan rekomendasi hasil rakor, kita sudah memiliki arah dan persepsi yang sama,” jelas Prof. Muchlas.

MPI Sebagai Penggerak Transformasi Digital Muhammadiyah

Prof. Muchlas menjelaskan dua bentuk koordinasi yang dapat dilakukan pasca-Rakornas:

  1. PWM melaksanakan rapat koordinasi dengan BP Muhammadiyah secara langsung, dengan dukungan teknis dari MPI.
  2. PWM melibatkan Ketua MPI Wilayah dalam rapat koordinasi bersama BP, agar sinergi dan pemahaman bisa dibangun sejak awal.

Beliau menekankan pentingnya inisiatif dan kolaborasi berjenjang dari tingkat pusat hingga cabang agar transformasi digital dapat berjalan efektif. MPI diharapkan menjadi leading sector dalam menghadirkan inovasi teknologi yang memperkuat dakwah, administrasi, dan literasi digital Persyarikatan.

“Task force yang dibentuk di tingkat pusat akan memberikan technical assistance hingga ke level daerah dan cabang. Transformasi digital Muhammadiyah harus menjadi gerakan kolektif yang berjenjang dan terukur,” tambah Prof. Muchlas.

Menuju Peluncuran Program IKT-AM 2025

Agenda strategis lain dalam Rakornas ini adalah persiapan peluncuran program Inovasi dan Kolaborasi Teknologi – Amal Muhammadiyah (IKT-AM) yang dijadwalkan pada 18 November 2025.
Program ini menjadi tonggak penting digitalisasi sistem informasi dan manajemen Persyarikatan Muhammadiyah. Melalui IKT-AM, Muhammadiyah akan memperkuat database organisasi, layanan informasi publik, serta sistem komunikasi digital di semua tingkatan pimpinan.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, Prof. Muchlas menugaskan Dr. Ismail Fahmi bersama Laboratorium Media dan Opini Publik (LabMo). Mereka bertugas merancang sistem monitoring dan evaluasi (monev) yang menyeluruh dan terukur.
Sistem ini akan diterapkan secara berjenjang, mulai dari Biro Pustaka (BP) hingga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Dengan cara ini, setiap jenjang memiliki ukuran kinerja dan capaian digital yang lebih jelas.

“Program IKT-AM sangat masif dan berjenjang. Karena itu, kita perlu sistem monitoring yang kuat agar setiap jenjang memahami target dan capaian digitalisasi Muhammadiyah,” ujar Prof. Muchlas.

Antusiasme dan Sinergi Nasional

Rakornas kali ini dihadiri oleh hampir 100 peserta dari seluruh Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Wilayah se-Indonesia. Kehadiran yang besar ini menunjukkan antusiasme luar biasa dan semangat kebersamaan dalam mendukung transformasi digital Persyarikatan Muhammadiyah.

Para peserta terlibat aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman. Mereka juga mempresentasikan berbagai inisiatif digital dari wilayah masing-masing, sebagai bukti nyata komitmen MPI di seluruh Indonesia untuk menyongsong era digital Muhammadiyah.

Prof. Muchlas memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta Rakornas atas komitmen, integritas, dan dedikasi yang luar biasa.

“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh MPI Wilayah atas kekompakan dan semangat digital yang luar biasa. Semoga semangat ini terus berlanjut hingga transformasi digital Muhammadiyah benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *