Aplikasi Berbahaya yang Bisa Mencuri Data: 12 Ciri Menurut Pakar Keamanan Digital
Jakarta, 23 Oktober 2025 — Pakar keamanan digital mengingatkan pengguna ponsel untuk lebih waspada terhadap aplikasi yang tampak “normal” tetapi menyimpan niat jahat: mencuri data pribadi, menyadap pesan, atau mengambil alih fungsi perangkat. Berikut ciri-ciri utama aplikasi berbahaya yang perlu segera diwaspadai — disusun agar mudah dibaca dan bisa langsung dipakai sebagai panduan cepat.
Inti berita
Banyak aplikasi berbahaya tidak selalu terlihat mencurigakan pada awalnya. Menurut pakar, tanda-tandanya sering muncul dari perilaku aplikasi di perangkat dan izin yang diminta. Pengguna disarankan selalu memeriksa sumber aplikasi, izin, dan ulasan sebelum menginstal.
12 ciri-ciri aplikasi berbahaya
Meminta izin berlebihan — meminta akses ke SMS, kontak, mikrofon, atau kamera tanpa alasan fungsional yang jelas.
Sumber tak resmi — tersedia hanya lewat tautan APK pihak ketiga atau situs tidak dikenal (bukan Play Store/App Store).
Permintaan akses “Admin” atau akses aksesibilitas — meminta hak istimewa yang memungkinkan kontrol penuh perangkat.
Konsumsi baterai & data tinggi — penggunaan baterai atau data meningkat drastis setelah pemasangan.
Iklan pop-up atau redirect berlebihan — munculkan iklan di luar konteks aplikasi atau mengarahkan browser ke halaman mencurigakan.
Suka mengirim SMS/OTP tanpa sepengetahuan pengguna — aplikasi mengirim SMS atau mencoba menangkap kode verifikasi.
Nama pengembang samar & ulasan palsu — pengembang tidak jelas, ulasan terlalu sempurna atau berulang polanya.
Tidak ada/kurang kebijakan privasi — tidak menyediakan kebijakan privasi yang jelas atau menjelaskan penggunaan data.
Permintaan instalasi modul tambahan — mendorong pengguna untuk mengunduh file tambahan dari sumber luar.
Aplikasi menutup diri atau menyembunyikan ikon — aplikasi berjalan di latar tetapi tidak terlihat di daftar aplikasi.
Komunikasi ke domain mencurigakan — mengirim data ke server dengan alamat domain yang tidak dikenal atau berulang kali menghubungi IP asing.
Update mencurigakan — memaksa pembaruan lewat metode non-resmi atau meminta izin baru setelah update.
Imbauan pakar
Seorang pakar keamanan digital menekankan: “Jangan mengabaikan izin yang diminta aplikasi. Seringkali pengguna mengizinkan permintaan hanya untuk ‘melanjutkan’, padahal itulah titik celah keamanan.” Pakar juga menyarankan pengguna untuk selalu memverifikasi developer, membaca ulasan dengan kritis, dan memakai fitur keamanan bawaan toko aplikasi seperti Google Play Protect.
Cara cepat mengecek dan melindungi diri
Periksa izin aplikasi sebelum instalasi; tolak yang tidak relevan.
Hanya unduh dari toko resmi (Google Play / App Store) dan periksa developer.
Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala.
Aktifkan autentikasi dua faktor untuk akun penting.
Gunakan aplikasi keamanan/antivirus terpercaya dan fitur Play Protect.
Jangan klik tautan atau unduh APK dari pesan/iklan yang mencurigakan.
Jika curiga, cabut izin, hapus aplikasi, dan ubah kata sandi akun yang mungkin terpapar.
