PelajarPendidikan

Banyak Beasiswa Luar Negeri Tanpa TOEFL, Peluang Terbuka bagi Mahasiswa NTB

154 kali dibaca

MATARAM (13/1) – Keinginan melanjutkan studi ke luar negeri kini tidak selalu harus dibarengi dengan sertifikat TOEFL atau IELTS. Sejumlah negara membuka program beasiswa penuh tanpa mewajibkan tes bahasa Inggris, atau menggantinya dengan program pelatihan bahasa di negara tujuan.

Kesempatan ini menjadi peluang besar bagi pelajar dan mahasiswa di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki prestasi akademik, tetapi terkendala persyaratan bahasa. Saat ini, sedikitnya 12 program beasiswa luar negeri tercatat membuka akses studi tanpa TOEFL, baik untuk jenjang sarjana, magister, maupun doktoral.

Beasiswa tersebut berasal dari berbagai negara tujuan populer, mulai dari Asia, Eropa, hingga Timur Tengah. Pemerintah negara pemberi beasiswa umumnya menyediakan program bahasa persiapan, sehingga peserta dapat menyesuaikan diri sebelum mengikuti perkuliahan reguler.

Salah satu yang paling diminati adalah Turkiye Burslari Scholarship dari Pemerintah Turki. Program ini memberikan beasiswa penuh bagi mahasiswa internasional tanpa syarat TOEFL, dengan kewajiban mengikuti kursus bahasa Turki selama satu tahun. Informasi resmi dapat diakses melalui laman https://www.turkiyeburslari.gov.tr/.

Selain itu, Chinese Government Scholarship juga membuka peluang studi di berbagai universitas negeri di Tiongkok tanpa TOEFL. Peserta akan dibekali pembelajaran bahasa Mandarin sebelum memasuki masa perkuliahan. Informasi lengkap tersedia di https://www.chinesescholarshipcouncil.com/.

Di Asia Timur, Global Korea Scholarship (GKS) dari Korea Selatan menjadi pilihan favorit mahasiswa Indonesia. Beasiswa ini tidak mensyaratkan TOEFL dan menyediakan kursus bahasa Korea selama satu tahun penuh. Informasi dapat diakses melalui https://www.studyinkorea.go.kr/.

Sementara itu, Jepang melalui MEXT Scholarship tetap membuka peluang tanpa TOEFL untuk sejumlah skema, dengan persyaratan akademik dan kemampuan dasar bahasa Jepang. Informasi resmi tersedia di https://studyinjapan.go.jp/.

Untuk kawasan Eropa, sejumlah negara juga menawarkan skema serupa. DAAD Scholarship dari Jerman membuka peluang studi pascasarjana tanpa TOEFL, tergantung bahasa pengantar program. Informasi dapat diakses di https://www.daad.de/en/.

Prancis melalui Eiffel Excellence Scholarship menyediakan beasiswa prestisius bagi mahasiswa internasional, dengan seleksi berbasis akademik dan rekomendasi kampus. Informasi tersedia di https://www.campusfrance.org/en/eiffel-scholarship-program.

Inggris menawarkan Chevening Scholarship, yang menitikberatkan pada kepemimpinan dan pengalaman profesional, bukan semata sertifikat bahasa. Informasi dapat diakses di https://www.chevening.org/.

Selain itu, Stipendium Hungaricum dari Hungaria, Swiss Government Excellence Scholarship, Russian Government Scholarship, Brunei Darussalam Government Scholarship, serta Malaysia International Scholarship (MIS) juga menjadi alternatif beasiswa luar negeri tanpa TOEFL.

Beragamnya pilihan beasiswa ini menunjukkan bahwa akses pendidikan global semakin terbuka, termasuk bagi mahasiswa daerah. Dengan persiapan akademik yang baik dan informasi yang tepat, peluang untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri kini semakin realistis untuk diraih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *