Gempa Terkini 3,2 Magnitudo Guncang Wilayah Lombok Barat
LOMBOK BARAT(29/5) – Gempa bumi dengan kekuatan 3,2 Magnitudo mengguncang wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat, 29 Mei 2026. Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui situs resmi dan kanal informasinya.
Gempa terjadi pada pukul 06.20.01 WIB atau sekitar 07.20 WITA. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di darat sekitar 18 kilometer di utara Lombok Barat dengan kedalaman 10 kilometer. Titik koordinat gempa tercatat berada di 8.53 Lintang Selatan dan 116.08 Bujur Timur.
BMKG menjelaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Pulau Lombok, termasuk Kota Mataram, Lombok Barat, dan beberapa daerah sekitarnya dengan skala II Modified Mercalli Intensity (MMI).
Skala II MMI menunjukkan getaran gempa dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Namun, sebagian besar masyarakat tidak merasakan dampak signifikan dari gempa tersebut. Selain itu, gempa dengan skala ini umumnya hanya terekam oleh alat seismograf.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Meski begitu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait aktivitas kegempaan melalui kanal resmi BMKG guna menghindari penyebaran hoaks atau informasi menyesatkan.
Dalam keterangannya, BMKG mencatat bahwa selama sepekan terakhir aktivitas gempa di wilayah Indonesia masih cukup tinggi. Tercatat sebanyak 22 gempa signifikan dirasakan masyarakat dengan variasi magnitudo dan kedalaman yang berbeda-beda.
Aktivitas gempa bumi di wilayah NTB sendiri tergolong cukup aktif karena berada di kawasan cincin api atau Ring of Fire yang menjadi jalur pertemuan lempeng tektonik. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan selalu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana gempa bumi.
