AbhinayaCerita RakyatEkonomi

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Hadiri Lebaran Topat 2026 di Senggigi Lombok Barat, Tradisi Ketupat Jadi Daya Tarik Wisata Budaya NTB

190 kali dibaca

Lombok Barat (28/3) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri langsung perayaan Lebaran Topat 2026 di kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran gubernur menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga tradisi sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis budaya di Nusa Tenggara Barat.

Perayaan yang dipusatkan di Makam Batulayar dan Amphitheater Senggigi ini berlangsung meriah. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah memadati lokasi sejak pagi hari, membawa dulang berisi ketupat dan makanan khas sebagai bagian dari tradisi masyarakat Suku Sasak.

Lebaran Topat: Tradisi Ketupat Penuh Makna Spiritual

Dalam sambutannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa Lebaran Topat bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang kuat sebagai bagian dari rangkaian Idulfitri.

Menurutnya, filosofi ketupat yang terdiri dari empat makna—Lebaran, Luberan, Leburan, dan Labur—mencerminkan kesempurnaan ibadah, keikhlasan berbagi, saling memaafkan, serta kembalinya manusia pada kesucian diri.

“Ini bukan hanya tradisi, tetapi refleksi spiritual yang menguatkan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama,” ujarnya.

Senggigi Jadi Pusat Wisata Budaya NTB

Lebaran Topat 2026 juga menjadi magnet wisata yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Kawasan Senggigi yang dikenal sebagai destinasi unggulan NTB semakin hidup dengan kehadiran ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan tradisi unik ini.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menegaskan bahwa Lebaran Topat merupakan warisan leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat.

“Tradisi ini bukan hanya budaya, tetapi identitas masyarakat Sasak yang harus terus dilestarikan,” katanya.

Atraksi Budaya dan Kolaborasi Pariwisata

Selain prosesi utama, perayaan tahun ini semakin semarak dengan berbagai atraksi budaya seperti parade ketupat, pertunjukan seni tradisional, hingga partisipasi pelaku pariwisata di kawasan Senggigi.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor pariwisata menjadikan Lebaran Topat sebagai agenda budaya yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata budaya.

Perkuat Identitas dan Ekonomi Daerah

Melalui momentum ini, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal berharap Lebaran Topat tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga terus dikembangkan sebagai event budaya berskala nasional hingga internasional.

Lebaran Topat 2026 pun kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon budaya di Nusa Tenggara Barat yang tidak hanya mempererat kebersamaan m

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *