AbhinayaHealthPendidikanSosialTech

Tim Abhinaya Publisher Jadi Narasumber Kegiatan Advokasi 1000 HPK dan TAMASYA oleh BKKBN NTB

314 kali dibaca

Mataram, 4 Juni 2025 – Perwakilan dari Tim Abhinaya Publisher didapuk sebagai narasumber utama dalam kegiatan Advokasi dan Komunikasi, Informasi, serta Edukasi (KIE) Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan TAMASYA yang diselenggarakan oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pertemuan Bebek Pondok Galih, Mataram.

Tim Abhinaya Publisher yang diundang mewakili Islamic Cultural and Society (ICS) Universitas Mataram terdiri dari:

  • Dr. Saipul Hamid, MA – Editor in Chief Journal of Social Global and Digital Society (JSGDS),
  • Asno Azzawagama Firdaus, M.Kom – Editor in Chief Indonesian Journal of Modern Science and Technology (IJMST),
  • Ikmal Maulana, S.Sos – Managing Editor JSGDS.

Dalam forum ini, mereka menyampaikan hasil penulisan policy brief dan infografis yang telah disusun bersama sejak Maret 2025 dalam kerja sama antara ICS Universitas Mataram dan BKKBN NTB. Topik yang diangkat dalam presentasi mereka adalah:

“Solusi Stunting Integratif: Akselerasi Penanganan Stunting melalui Integrasi Program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) dengan Machine Learning dan Nilai-Nilai Lokal di Nusa Tenggara Barat.”

Topik ini menyoroti pendekatan lintas sektor dan multidisipliner dalam menangani stunting secara lebih sistemik dan berkelanjutan. Pemaparan mencakup integrasi antara teknologi berbasis machine learning untuk pemetaan data stunting, serta pemanfaatan nilai-nilai lokal dalam pengasuhan anak di fase krusial 1000 HPK.

Dr. Saipul Hamid menekankan bahwa permasalahan stunting tidak dapat diselesaikan secara parsial. “Diperlukan model intervensi yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga berbasis budaya dan spiritualitas masyarakat lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Asno Azzawagama Firdaus menjelaskan bahwa teknologi seperti machine learning dapat menjadi alat bantu penting dalam identifikasi dini anak-anak berisiko stunting, sehingga intervensi bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, dalam surat resminya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat dukungan lintas pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Program 1000 HPK dan TAMASYA (Transformasi Manajemen Penurunan Stunting Berkualitas).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan lembaga pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan, serta bertujuan membangun pemahaman bersama tentang pentingnya pengasuhan berkualitas sejak dini demi mewujudkan generasi emas NTB yang sehat dan unggul di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *