Penutupan Rangkaian Acara Festival Pers, Muhammadiyah NTB Deklarasi Aliansi Jurnalistik Muhammadiyah
Mataram (31/08) – Rangkaian kegiatan Festival Pers yang digelar Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi ditutup dengan momentum bersejarah. Pada penutupan acara tersebut, Muhammadiyah NTB secara resmi mendeklarasikan terbentuknya Aliansi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) sebagai wadah kolaborasi dan penguatan peran pers di lingkungan persyarikatan. Deklarasi tersebut juga menetapkan Haris Mahtul sebagai Koordinator Aliansi Jurnalis Indonesia NTB, yang juga sebagai Pimred NTB Satu
Deklarasi ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, perwakilan organisasi otonom, tokoh media lokal, serta para jurnalis muda alumni kampus. AJM diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana koordinasi bagi kader Muhammadiyah yang aktif di dunia jurnalistik, baik di media massa, media kampus, maupun platform digital.
Ketua MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Prof. Muchlas, MT) menegaskan, kehadiran Aliansi Jurnalistik Muhammadiyah menjadi langkah strategis dalam memperkuat dakwah persyarikatan melalui jalur media. “Muhammadiyah sejak awal memiliki tradisi literasi yang kuat. Dengan adanya AJM, kami berharap nilai-nilai pers yang mencerahkan dapat lebih luas disebarkan ke masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, AJM juga diarahkan untuk mendukung pengembangan literasi digital di kalangan generasi muda serta menjadi garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi yang marak di ruang publik.
Rangkaian Festival Pers sendiri sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari diskusi publik, pelatihan jurnalistik, hingga pameran literasi. Dengan adanya deklarasi AJM di momen penutupan, Muhammadiyah NTB meneguhkan komitmennya dalam membangun ekosistem media yang sehat, edukatif, dan berkemajuan.
Sebagai rangkaian penutupan, digelar pula diskusi panel bertajuk “Pers Mencerahkan untuk Indonesia Berkemajuan”. Hadir sebagai pemateri Direktur Suara NTB, Haji Agus Talino, yang menekankan pentingnya peran media daerah dalam menjaga independensi dan kualitas informasi. Sementara itu, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyoroti tantangan pers di era digital, sekaligus mengajak kader muda Muhammadiyah untuk aktif menciptakan ekosistem media yang sehat, faktual, dan mencerahkan.
Selain sebagai forum intelektual, kegiatan ini juga dimaknai sebagai syiar Muhammadiyah. Melalui jalur pers, nilai-nilai Islam berkemajuan diharapkan semakin dikenal luas, mampu memberi pencerahan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, serta umat.
Rangkaian Festival Pers sebelumnya diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari diskusi publik, pelatihan jurnalistik, hingga pameran literasi. Dengan adanya deklarasi AJM di momen penutupan, Muhammadiyah NTB meneguhkan komitmennya dalam membangun ekosistem media yang sehat, edukatif, mencerahkan, sekaligus memperkuat syiar persyarikatan.
