Pendidikan

Prof. Dr. H. Muchlis: Guru Harus Mengikuti Zaman 5.0 Agar Tidak Tergerus Perkembangan Teknologi

159 kali dibaca

Mataram, 9 November 2025 — Era Society 5.0 menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Muchlis, M.Si saat secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam, Koding Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Pendidikan Karakter yang digelar di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGGTK), Ahad (9/11).

Dalam sambutannya, Prof. Muchlis menegaskan bahwa guru memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi unggul. Karena itu, tenaga pendidik harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan metode pembelajaran modern agar tidak tertinggal oleh zaman.

“Guru harus mengikuti perkembangan zaman 5.0 agar tidak tergerus oleh teknologi. Guru yang hebat adalah mereka yang mau terus belajar dan berinovasi,” tegas Prof. Dr. H. Muchlis, M.Si.


Tantangan Guru di Era Society 5.0

Menurutnya, era 5.0 bukan hanya tentang penggunaan teknologi digital, tetapi juga bagaimana manusia mampu memadukan teknologi dengan nilai kemanusiaan dan karakter.
Guru diharapkan tidak hanya menguasai koding, kecerdasan buatan (AI), dan pembelajaran berbasis digital, tetapi juga menanamkan nilai moral dan karakter kuat kepada peserta didik.

“Teknologi boleh canggih, tetapi karakter tetap menjadi pondasi utama dalam dunia pendidikan,” tambahnya.


Bimtek untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Kegiatan Bimtek ini menjadi salah satu upaya pemerintah dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kompetensi guru di bidang pembelajaran mendalam (deep learning) dan penguasaan teknologi kecerdasan buatan.
Peserta kegiatan terdiri dari guru berbagai jenjang pendidikan yang antusias mengikuti seluruh sesi pelatihan.

Selain memperkuat kemampuan teknis, Bimtek juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter (PPK) agar guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga teladan dalam membentuk kepribadian siswa.


Harapan untuk Pendidikan yang Adaptif dan Humanis

Prof. Muchlis berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi momentum bagi para guru untuk terus berinovasi dan membuka diri terhadap pembelajaran berbasis digital.
Dengan semangat pembaruan, guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai kebutuhan zaman.

“Pendidikan yang baik adalah yang mampu mengikuti perubahan tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Guru harus jadi pelopor perubahan, bukan korban perubahan,” tutup Prof. Dr. H. Muchlis, M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *