Sosial

Gubernur NTB Tinjau Banjir di Desa Nggembe Bima, Temukan Dua Penyebab Utama dan Dorong Solusi Permanen

165 kali dibaca

BIMA (03/3) – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal turun langsung meninjau lokasi banjir di Desa Nggembe, Kabupaten Bima, Selasa (3/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan di wilayah Pulau Sumbawa.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur NTB didampingi jajaran BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat serta BPBD Kabupaten Bima. Selain melihat langsung kondisi lokasi terdampak banjir, gubernur juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik.


Drainase Buruk dan Elevasi Sungai Jadi Pemicu Banjir

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, khususnya di Dusun Jala, ditemukan dua faktor utama yang memicu terjadinya banjir bandang di wilayah tersebut.

Pertama, sistem drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga aliran air hujan tersumbat dan tidak dapat mengalir dengan lancar. Kedua, terdapat anomali elevasi tata ruang di mana dasar sungai berada lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan permukiman warga.

Kondisi ini menyebabkan air sungai mudah meluap saat curah hujan tinggi dan langsung menggenangi rumah-rumah penduduk.

“Penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat saja. Kita harus memastikan ada solusi permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang,” tegas Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.


Ratusan Rumah Warga Terdampak Banjir

Data sementara mencatat sedikitnya 204 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Desa Nggembe. Dari jumlah tersebut, sekitar 177 unit rumah sempat terendam air dengan ketinggian mencapai 50 hingga 80 sentimeter saat puncak banjir terjadi.

Banjir juga berdampak pada infrastruktur transportasi. Satu unit jembatan yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten dilaporkan mengalami kerusakan sehingga sempat mengganggu akses masyarakat.

Selain itu, fasilitas pendidikan seperti SDN Inpres Nggembe juga dilaporkan kerap terendam air ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.


BPBD Siapkan Rekomendasi Penanganan Banjir

Merespons kondisi tersebut, BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Beberapa rekomendasi yang disiapkan antara lain penataan ulang sistem drainase, normalisasi alur sungai, serta evaluasi tata ruang kawasan permukiman yang berada di sekitar aliran sungai.

Gubernur NTB menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara terpadu.

“Kita tidak ingin masyarakat terus hidup dalam kekhawatiran setiap musim hujan. Penanganan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya.


Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Pemerintah Provinsi NTB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

Masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat demi menjaga keselamatan bersama.

Langkah penanganan dan mitigasi yang terintegrasi diharapkan dapat mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana di wilayah Bima dan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *