Desa Berdaya di Sumbawa Barat, Gubernur NTB Dorong Pengentasan Kemiskinan Berbasis Potensi Lokal
SUMBAWA BARAT (14/3) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong penguatan program Desa Berdaya sebagai strategi pembangunan berbasis masyarakat.
Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah pedesaan.
Kawasan barat Pulau Sumbawa sendiri dikenal memiliki potensi alam yang besar, mulai dari perbukitan hingga garis pantai yang indah.
Potensi tersebut kini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui konsep desa berdaya.
Desa Berdaya Perkuat Partisipasi Masyarakat
Konsep desa berdaya yang digagas Pemerintah Provinsi NTB tidak hanya fokus pada pembangunan fisik.
Program ini juga menekankan penguatan sumber daya manusia di tingkat desa.
Berbagai kelompok masyarakat dilibatkan aktif dalam perencanaan pembangunan.
Mereka meliputi kelompok tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dan pemuda.
Pendekatan partisipatif ini dinilai penting agar pembangunan desa benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Gubernur NTB Dorong Solusi Pengentasan Kemiskinan
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Jumat (13/3).
Menurutnya, program Desa Berdaya dirancang sebagai solusi untuk mengatasi berbagai persoalan di tingkat desa, termasuk kemiskinan ekstrem.
“Semua harus berbasis kebutuhan masyarakat desa. Program Desa Berdaya memiliki karakter orkestratif dan kolaboratif,” ujarnya.
Pendekatan ini mengedepankan keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
Maksimalkan Potensi Ekonomi Lokal
Selain pengentasan kemiskinan, program Desa Berdaya juga bertujuan memaksimalkan potensi ekonomi lokal.
Gubernur menilai Kabupaten Sumbawa Barat memiliki sumber daya yang cukup besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, fondasi ekonomi berbasis potensi lokal dapat semakin kuat.
“Melalui Desa Berdaya, kita ingin setiap keluarga memiliki kemandirian ekonomi dan sumber pendapatan,” jelasnya.
Bantuan Modal Usaha untuk Dorong Kemandirian
Pemerintah Provinsi NTB juga memberikan dukungan berupa bantuan modal usaha bagi masyarakat yang memiliki usaha kecil.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat usaha masyarakat.
Selain itu, penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan kondisi penerima.
Bantuan konsumtif diberikan kepada warga yang tidak berdaya, sementara bantuan produktif diberikan kepada masyarakat yang memiliki potensi usaha.
“Target kita bukan sekadar memberi bantuan, tetapi memastikan masyarakat benar-benar berdaya dan hidup lebih sejahtera,” tutup Gubernur.
