Dosen Muda UNIQHBA Asal Lombok Raih 3 Hibah Berturut: Kembangkan AI untuk Tangani Stunting di NTB dan Daerah 3T
Dosen Muda UNIQHBA Raih 3 Hibah Nasional untuk Riset Stunting Berbasis AI dan Machine Learning
Mataram, 13 Juli 2025 — Prestasi membanggakan datang dari dunia akademik NTB. Asno Azzawagama Firdaus adalah dosen muda di Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu (UNIQHBA). Ia berhasil meraih tiga hibah penelitian nasional secara berturut-turut dalam tiga tahun terakhir. Fokus penelitiannya adalah pada pengembangan solusi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML). Teknologi ini dirancang untuk menangani stunting dan wasting pada balita. Fokus utamanya adalah wilayah NTB dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Dari UNIQHBA Lombok, Teknologi AI untuk Aksi Nyata Cegah Stunting
Dengan semangat membangun dari daerah, Asno membuktikan bahwa perguruan tinggi lokal seperti UNIQHBA mampu melahirkan penelitian berkelas nasional. Dalam kurun 2024–2025, ia dipercaya menerima pendanaan dari:
- Kemdikbudristek (2024) melalui skema Penelitian Dasar Kompetitif Nasional,
- Kemdiktisaintek (2025) lewat program Penelitian Dasar Kompetitif Nasional, dan
- BKKBN NTB (2025) untuk pengembangan policy brief intervensi stunting berbasis data dan teknologi.
.

Adapun tiga proyek riset unggulan yang dikembangkan adalah:
- Transformasi Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI): Integrasi Machine Learning dan Nilai Lokal untuk Penanggulangan Stunting di NTB.
- Inovasi Model Pendidikan Anti Stunting Berbasis Renewal Data Mining di Daerah 3T.
- Model Skrining Digital Berbasis Machine Learning untuk Deteksi Dini Wasting dan Stunting pada Balita di Pulau Lombok.
Semua riset ini menggabungkan pendekatan teknologi modern dengan konteks lokal, sehingga solusi yang dihasilkan bersifat adaptif, berkelanjutan, dan mudah diimplementasikan di lapangan lokal,” ujar Asno.
AI dan Machine Learning untuk Deteksi Dini Stunting di Daerah 3T
Penelitian ini menggunakan pendekatan skrining digital berbasis AI untuk mendeteksi stunting dan wasting secara cepat dan akurat. Teknologi ini ditujukan bagi anak-anak yang berisiko di wilayah NTB dan daerah 3T. Pendekatan ini juga terintegrasi dengan nilai-nilai budaya lokal, seperti peran kader Posyandu, tokoh agama, dan edukasi keluarga. Kombinasi ini menjadi kunci keberhasilan implementasi di lapangan.
Hasil riset telah dirangkum dalam bentuk policy brief. Dokumen ini kini digunakan oleh BKKBN NTB sebagai acuan dalam memperkuat program BKB HI dan intervensi berbasis data di tingkat desa.
UNIQHBA dan Peran Peneliti Lokal dalam Isu Nasional

Sebagai dosen di UNIQHBA Lombok, Asno mewakili semangat inovasi dari daerah. Ia aktif di bidang akademik sekaligus menghadirkan solusi nyata untuk isu nasional seperti stunting. Masalah ini menjadi perhatian serius pemerintah.
Penelitiannya tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menunjukkan bahwa kampus lokal bisa menjadi pusat inovasi nasional. Terutama dalam bidang teknologi kesehatan masyarakat.
