AbhinayaHukum

Jejak Pengabdian Kombes Pol Dewa Wijaya : Dari Operasi Teror Sarinah, Pilot Polisi Udara hingga Misi Kemanusiaan Gempa Lombok

72 kali dibaca

JAKARTA (29/5) – Nama Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai sosok perwira kepolisian dengan pengalaman panjang di lapangan, mulai dari operasi penanganan kejahatan khusus, antiterorisme, penerbangan kepolisian, hingga misi kemanusiaan berskala nasional.

Jejak pengabdiannya menjadi perhatian publik setelah keterlibatan tim yang dipimpinnya dalam penanganan aksi teror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Januari 2016.

Saat itu, aksi teror yang mengguncang ibu kota menjadi salah satu peristiwa keamanan terbesar di Indonesia. Tim dari unsur Polairud yang dipimpinnya turut mengambil bagian penting dalam upaya melumpuhkan ancaman dan mengamankan situasi.

Keberhasilan operasi tersebut semakin mengukuhkan nama Kombes Pol Dewa Wijaya sebagai figur polisi lapangan dengan pengalaman operasional yang kuat.

Dari Polisi Udara hingga Pilot Lulusan Sekolah Penerbang TNI AU

Sebelum dikenal luas sebagai perwira kepolisian, Dewa Wijaya memiliki rekam jejak unik di dunia kepolisian udara.

Ia pernah menjadi bagian dari tim khusus Polisi Udara serta menempuh pendidikan penerbang di sekolah penerbang TNI Angkatan Udara.

Pengalaman sebagai pilot kepolisian, ditambah berbagai latihan intensif dan penugasan di wilayah konflik, baik di dalam negeri maupun luar negeri, membentuk kapasitas kepemimpinannya di lapangan.

Bekal tersebut kemudian menjadi modal penting dalam berbagai operasi keamanan, penegakan hukum, hingga misi penyelamatan kemanusiaan.

Berkiprah di Polda Metro Jaya, Tangani Berbagai Kasus Besar

Karier Kombes Pol Dewa Wijaya selanjutnya berkembang di lingkungan Polda Metro Jaya.

Ia beberapa kali dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Kasat Reskrim, memimpin penanganan berbagai perkara kejahatan umum maupun kejahatan khusus.

Pengalaman panjang sebagai eksekutor lapangan dalam penanganan kasus-kasus besar membuatnya dikenal sebagai perwira yang tegas, disiplin, dan memiliki kemampuan investigasi yang kuat.

“Seorang anggota polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian,” ujar Kombes Pol Dewa Wijaya.

Misi Kemanusiaan Gempa Lombok 2018, Evakuasi Ribuan Wisatawan dari Tiga Gili

Tidak hanya dikenal di bidang penegakan hukum, Kombes Pol Dewa Wijaya juga memiliki catatan penting dalam operasi kemanusiaan nasional.

Saat gempa bumi Lombok berkekuatan 7,0 SR pada Agustus 2018, ia menjabat sebagai Kasatrolada Polair Polda NTB.

Dalam situasi darurat tersebut, Dewa Wijaya memimpin langsung proses evakuasi ribuan wisatawan domestik dan mancanegara dari kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air menuju Pelabuhan Bangsal.

Operasi evakuasi dilakukan menggunakan armada kapal Polair untuk menyelamatkan lebih dari 2.700 wisatawan dari ancaman gempa susulan.

Respons cepat, kepemimpinan di lapangan, serta kemampuannya menenangkan wisatawan yang panik di kawasan Gili Trawangan saat itu menjadi sorotan media nasional maupun internasional.

“Dalam situasi bencana, yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat merasa tidak sendiri menghadapi keadaan,” kata Dewa Wijaya terkait operasi evakuasi gempa Lombok.

Inisiasi Yayasan NTB Bersatu untuk Pemulihan Pascabencana

Pasca gempa Lombok, pengabdiannya tidak berhenti pada tahap evakuasi.

Kombes Pol Dewa Wijaya turut menginisiasi Yayasan NTB Bersatu sebagai wadah penghimpunan bantuan sosial dan dukungan pemulihan masyarakat terdampak bencana di Pulau Lombok.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat rehabilitasi sosial dan membantu masyarakat bangkit pascabencana.

Figur Polisi Lapangan dengan Pengalaman Lengkap

Dengan pengalaman di bidang antiterorisme, reserse kriminal, penerbangan kepolisian, hingga operasi kemanusiaan, Kombes Pol Dewa Wijaya dikenal sebagai figur polisi lapangan yang memiliki kombinasi kepemimpinan kuat, ketegasan dalam penegakan hukum, serta kepedulian sosial yang tinggi.

Jejak pengabdiannya menunjukkan bahwa peran aparat kepolisian tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam momen-momen krusial kemanusiaan dan pelayanan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *