PendidikanSosial

RELIMA Bumi Gora Dukung NTB Membaca NTB Mendunia Lewat Penyusunan Modul Ajar Sasak di Lombok Tengah

249 kali dibaca

Lombok Tengah, 25 Juli 2025 – Komitmen mewujudkan gerakan “NTB Membaca NTB Mendunia” terus digaungkan oleh Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Bumi Gora bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lombok Tengah. Salah satu langkah strategisnya adalah menyusun modul ajar berbasis konten lokal berbahasa Sasak untuk jenjang sekolah dasar.

Program yang diinisiasi oleh Bidang Kebudayaan Disdikbud Lombok Tengah ini melibatkan kolaborasi antar-lini dengan menggandeng akademisi dan praktisi literasi lokal, seperti Randa Anggarista, Relawan Literasi Masyarakat dari Perpustakaan Nasional RI, yang juga dosen di Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu.

Dalam kegiatan Diskusi Terpumpun Penyusunan Modul Ajar yang digelar selama dua hari (23-25 Juli 2025) di Grand Royal Hotel Batujai, Randa tidak hanya berperan sebagai penyusun modul, namun juga menjadi pemantik diskusi bersama para guru muatan lokal se-Kabupaten Lombok Tengah.

“Penyusunan modul ajar berbasis konten lokal Sasak ini adalah angin segar bagi dunia pendidikan, khususnya di Lombok Tengah. Ini bukan sekadar bahan ajar, namun juga upaya melestarikan bahasa daerah di tengah minimnya bahan bacaan berbahasa Sasak,” ungkap Randa.

Lebih lanjut, Randa menekankan pentingnya kolaborasi antar-elemen, dari RELIMA, Geopark Rinjani, UAC Studio, hingga komunitas akar rumput dan filantropi, agar gerakan literasi lokal ini bisa mendunia. “Dengan menghidupkan kembali khazanah budaya lokal melalui bahan bacaan, NTB Membaca dan NTB Mendunia bukan hanya jargon, tapi gerakan nyata,” tambahnya.

Dalam penyusunan modul ajar ini, Randa didampingi oleh Lalu M. Gitan Prahana (Geopark Rinjani) dan Bang Ung (UAC Studio). Mereka berhasil menyusun lima jenjang bahan bacaan berbahasa Sasak, yaitu:

Jenjang A – Pembaca Dini

B1, B2, B3 – Pembaca Awal

Jenjang C – Pembaca Semenjana

Kelima bahan bacaan ini telah melewati tahap diseminasi dan akan segera masuk tahap revisi final sebelum dipublikasikan serta didistribusikan ke sekolah-sekolah dasar di Kabupaten Lombok Tengah.

Program ini diharapkan dapat menjadi role model literasi lokal di NTB sekaligus menjadi contoh pengembangan modul ajar berbasis kearifan lokal di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *