PelajarPendidikan

Hisbulloh Als Mustofa Asal Mataram Raih Beasiswa Prestisius Malaysia International Scholarship (MIS) 2025 untuk Studi Doktor Pendidikan Fisika

304 kali dibaca

Mataram (1/11) – Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Nusa Tenggara Barat. Hisbulloh Als Mustofa, M.Ed, peneliti muda asal Mataram, Nusa Tenggara Barat, berhasil terpilih sebagai penerima Malaysia International Scholarship (MIS) 2025. Ia akan menempuh studi Doktor (Ph.D) di bidang Pendidikan Fisika.

Malaysia International Scholarship adalah program bergengsi dari Pemerintah Malaysia. Beasiswa ini diberikan kepada akademisi, peneliti, dan mahasiswa internasional dengan rekam jejak riset unggul. Hisbulloh menjadi salah satu penerima asal Indonesia berkat kontribusinya dalam penelitian pendidikan dan penguatan literasi ilmiah.

Selama ini, Hisbulloh dikenal aktif mengembangkan riset yang menggabungkan pendidikan, teknologi, dan sains kontekstual. Fokus utamanya adalah membantu siswa memahami konsep ilmiah dengan cara yang lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut telah ia terapkan dalam berbagai proyek riset dan kegiatan pengabdian di bidang pendidikan sains. Karyanya tidak hanya berdampak di tingkat lokal, tetapi juga memberi inspirasi bagi praktik pendidikan nasional.

“Pendidikan bagi saya bukan hanya ruang ajar, tetapi sebuah ekosistem pemikiran yang menumbuhkan kesadaran kritis dan kreativitas,” ungkap Hisbulloh. “Ilmu pengetahuan menjadi bermakna ketika mampu membebaskan manusia dari keterbatasan dan membawa perubahan bagi masyarakat.”

Melalui beasiswa Malaysia International Scholarship (MIS), Hisbulloh akan melanjutkan studi dan risetnya di Malaysia. Ia berharap hasil penelitiannya kelak dapat memperkaya lanskap pendidikan sains di Indonesia, khususnya dalam hal inovasi pembelajaran fisika dan penguatan literasi ilmiah di sekolah-sekolah.

Penerima beasiswa MIS 2025 ini juga menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar semakin banyak generasi muda NTB yang berani menembus batas dunia internasional melalui pendidikan.

“Saya ingin menunjukkan bahwa anak muda dari daerah, termasuk dari Mataram dan NTB, juga bisa bersaing di level global. Asal ada tekad, kerja keras, dan doa, semua hal yang tampak mustahil bisa terwujud,” tuturnya penuh semangat.

Keberhasilan Hisbulloh Als Mustofa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat, tetapi juga menjadi inspirasi nasional tentang pentingnya konsistensi dalam riset, semangat belajar sepanjang hayat, dan keyakinan bahwa ilmu harus memberi manfaat bagi sesama.

“Saya berharap pencapaian ini dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi, berjuang, dan berkontribusi bagi negeri melalui jalur pendidikan dan penelitian,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *