Uncategorized

Tradisi Penjelengan Minyak Hifziyah, Warisan Luhur Sasak yang Terus Dijaga di Ponpes Thohir Yasin

397 kali dibaca

LOMBOK TIMUR (26/12)— Pondok Pesantren Thohir Yasin kembali melestarikan salah satu warisan budaya luhur masyarakat Sasak melalui Tradisi Penjelengan Minyak Obat Hifziyah, yang dilaksanakan setiap malam Jumat pertama bulan Rajab. Tradisi sakral ini menjadi bagian penting dari rangkaian Haul Akbar Pondok Pesantren Thohir Yasin dan telah diwariskan secara turun-temurun.

Minyak Hifziyah, yang juga dikenal sebagai Minyak Lendang Nangke, Minyak Bapak Tuan Guru, atau Minyak 1000 Hajat, merupakan ramuan pengobatan tradisional yang memadukan unsur kearifan lokal, spiritualitas Islam, dan ikhtiar kesehatan.

Puluhan Kelompok Terlibat, Ribuan Doa Dipanjatkan

Pada pelaksanaan tahun ini, lebih dari 90 kelompok dari berbagai wilayah di Pulau Lombok turut ambil bagian. Setiap kelompok terdiri dari 15 hingga 40 orang laki-laki yang bersama-sama mengolah 99 buah kelapa sebagai bahan utama pembuatan minyak.

Proses pembuatan tidak dilakukan secara biasa. Seluruh peserta diwajibkan menjaga wudhu serta melantunkan zikir dan bacaan Al-Qur’an secara berkesinambungan sejak proses dimulai hingga minyak matang, yang biasanya berlangsung hingga sepertiga malam.

Empat surat Al-Qur’an yang dibaca secara berulang selama proses tersebut adalah:

  1. Surat Yasin
  2. Surat As-Sajdah
  3. Surat Ad-Dukhan
  4. Surat Al-Mulk

Rangkaian doa dan bacaan tersebut diyakini menjadi sumber keberkahan dan kekuatan ruhani dari minyak Hifziyah yang dihasilkan.

Ikhtiar Lahir dan Batin dalam Pengobatan Tradisional

Minyak Hifziyah dipercaya masyarakat memiliki manfaat dalam membantu penyembuhan berbagai penyakit. Lebih dari sekadar ramuan herbal, minyak ini dipandang sebagai simbol ikhtiar lahir dan batin dalam menjaga kesehatan, dengan menggabungkan usaha fisik dan doa kepada Allah SWT.

Tradisi ini juga menjadi bentuk pelestarian farmasi tradisional Sasak, sekaligus menegaskan pentingnya integrasi antara ilmu pengobatan, nilai spiritual, dan budaya Islam dalam kehidupan masyarakat Lombok.

Pererat Ukhuwah dan Identitas Budaya Sasak

Selain bernilai kesehatan dan spiritual, tradisi Penjelengan Minyak Hifziyah turut mempererat ikatan kekeluargaan antara santri, alumni, dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi lintas generasi sekaligus penguat identitas budaya Sasak dalam bingkai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Wakil Ketua Ikatan Alumni Thohir Yasin, Lalu Riki Wijaya, SH., MH., menegaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan.

“Tradisi Penjelengan Minyak Hifziyah bukan hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang nilai keimanan, kebersamaan, dan keteladanan spiritual yang diwariskan oleh para Tuan Guru,” ujarnya.

Momentum ini juga bertepatan dengan Dirgahayu ke-36 Pondok Pesantren Thohir Yasin, yang mengusung semangat “Menguatkan dan Dikuatkan oleh Taqwa”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *