Muhammadiyah

MDMC PWM NTB Perkuat Kapasitas Relawan Muhammadiyah Melalui Pelatihan Relawan Untuk Respon Bencana Sumatra

152 kali dibaca

Pelatihan Relawan Digelar di Mataram

Mataram — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Nusa Tenggara Barat menggelar Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Relawan Muhammadiyah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan relawan yang tangguh dan siap diterjunkan dalam respon bencana di wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Aceh.

Pelatihan dilaksanakan di Gedung PWM NTB, Kota Mataram, pada 31 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Kegiatan ini digelar sebagai respon atas meningkatnya kejadian banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Bencana tersebut berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Penguatan Teknis dan Nilai Kemanusiaan

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis lapangan. Selain itu, peserta juga dibekali penguatan mental serta nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman. Nilai tersebut menjadi ruh dalam setiap gerakan Muhammadiyah.

Dengan pendekatan ini, Muhammadiyah NTB ingin memastikan relawan siap secara fisik, mental, dan spiritual. Oleh karena itu, relawan diharapkan mampu bekerja secara profesional dan berempati di lokasi bencana.

Seleksi Relawan Siap Diterjunkan ke Aceh

Selanjutnya, pelatihan ini juga menjadi bagian dari proses seleksi relawan. Dari seluruh rangkaian kegiatan, sebanyak 12 relawan Muhammadiyah NTB dinyatakan lolos. Mereka siap didelegasikan untuk mendukung respon kebencanaan di Aceh.

Para relawan tersebut direncanakan bertugas di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Penempatan ini ditetapkan berdasarkan hasil koordinasi MDMC. Penugasan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari kalender, mulai 15 Januari hingga 15 Februari 2026.

Ragam Layanan Kemanusiaan di Lokasi Bencana

Selama bertugas, relawan akan terlibat dalam berbagai layanan kemanusiaan. Di antaranya pendataan dan pengelolaan informasi, dukungan logistik, serta layanan psikososial. Seluruh layanan ditujukan bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Untuk memastikan kerja lapangan berjalan efektif, MDMC PWM NTB menunjuk Hamdani Rakasiwi sebagai koordinator relawan. Ia bertugas mengatur pembagian peran dan memastikan relawan bekerja sesuai standar respon kebencanaan Muhammadiyah.

Materi Pelatihan Terstruktur dan Terpadu

Selama pelatihan, peserta menerima berbagai materi persiapan penugasan. Materi tersebut meliputi dasar-dasar manajemen kebencanaan, logistik dan dapur umum, layanan psikososial, serta sistem koordinasi lapangan. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Komitmen Muhammadiyah melalui OMOR

Ketua MDMC PWM NTB, Yudhi Lestanata, menegaskan bahwa penguatan dan pengiriman relawan merupakan wujud komitmen Muhammadiyah NTB dalam respon bencana yang terencana dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah mengusung semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR). Prinsip ini menekankan respon bencana yang terpadu dan terkoordinasi.

“Dalam kerangka OMOR, respon lapangan dikoordinasikan oleh MDMC. Sementara itu, penghimpunan dan pengelolaan donasi dijalankan oleh Lazismu. Dengan satu sistem dan satu komando, pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan akuntabel,” jelas Yudhi.

Sinergi Lazismu dan MDMC

Sementara itu, Ketua Lazismu NTB, Wiryandinata, menegaskan bahwa seluruh proses penghimpunan dan penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan MDMC. Langkah ini dilakukan agar bantuan sesuai dengan kebutuhan di lokasi bencana.

“Pengelolaan donasi kami lakukan secara profesional dan transparan. Pelaksanaannya selalu disinergikan dengan MDMC sebagai penguatan OMOR,” ujarnya.

Arahan Ketua PWM NTB

Akhirnya, rangkaian pelatihan ditutup dengan pengarahan Ketua PWM NTB, H. Falahuddin. Kegiatan penutupan dihadiri seluruh relawan, jajaran pengurus MDMC PWM NTB, serta Ketua Lazismu NTB.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa relawan Muhammadiyah membawa nama Persyarikatan. Oleh karena itu, relawan harus menjunjung tinggi nilai kepribadian Muhammadiyah. Penguatan hablumminallah dan hablumminannas menjadi fondasi utama dalam setiap misi kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *