Gubernur NTB Sebut Kader Posyandu Kekuatan Kerelawanan Masyarakat
Lombok Timur (18/01) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa kekuatan utama pembangunan Indonesia terletak pada semangat kerelawanan masyarakat. Hal ini tercermin dari dedikasi para kader Posyandu yang bekerja melayani kesehatan ibu dan anak hingga ke pelosok dusun.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat menghadiri kegiatan masyarakat di Desa Danger, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (18/1/2026).
Kader Posyandu Jadi Kebanggaan Indonesia
Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal menceritakan pengalamannya saat menerima kunjungan Menteri Pembangunan Internasional Kanada yang terkesan dengan sistem Posyandu di Indonesia.
Menurutnya, keberadaan kader Posyandu menjadi bukti kuatnya budaya kerelawanan yang dimiliki masyarakat Indonesia.
“Selama 15 menit saya hanya bercerita tentang hebatnya Posyandu. Beliau kaget ketika saya sampaikan bahwa di satu provinsi saja ada sekitar 41 ribu kader Posyandu, yang artinya hampir setiap dusun punya kader,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para kader Posyandu bekerja dengan dedikasi tinggi, penuh keikhlasan, serta tetap konsisten melayani masyarakat meskipun di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas.
“Anggaran boleh terbatas, fasilitas boleh kurang, tetapi semangat kader Posyandu tidak pernah surut,” tegasnya.
Dorong Literasi Melalui Perpustakaan Desa
Selain menyoroti peran kader Posyandu, Gubernur Iqbal juga mengapresiasi selesainya kantor desa yang difungsikan sebagai perpustakaan masyarakat. Menurutnya, fasilitas literasi menjadi langkah penting untuk membangun masa depan generasi muda.
Sebagai bentuk dukungan, ia berkomitmen menyumbangkan 100 buku untuk anak-anak serta melengkapi perpustakaan dengan fasilitas pendukung seperti tempat membaca dan papan tulis.
“Kalau kita ingin mengubah masa depan, salah satu jalannya adalah melalui literasi. Membaca adalah jendela dunia,” ujarnya.
Akses Permodalan untuk UMKM dan Ketahanan Pangan
Di sisi lain, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak akan bermakna apabila masyarakat masih berada di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui akses permodalan yang lebih mudah.
Salah satunya dengan menyiapkan dana Rp100 juta melalui Bank NTB Syariah sebagai pinjaman tanpa bunga dan tanpa biaya administrasi bagi masyarakat.
Program tersebut difokuskan untuk mendukung pengembangan UMKM serta memperkuat ketahanan pangan, termasuk usaha peternakan ayam. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu mendukung program strategis Presiden RI Prabowo Subianto, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bantuan untuk Kader Posyandu dan Fasilitas Desa
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa 100 buku, gazebo atau berugak untuk ruang baca, serta Rp100 juta dan 100 sak semen untuk pembangunan gedung serbaguna desa.
Tidak hanya itu, ia juga memberikan dukungan modal bergulir sebesar Rp30 juta bagi kader Posyandu untuk penguatan UMKM dan kemandirian ekonomi.
Dana tersebut nantinya dipinjamkan secara bergantian kepada kader Posyandu melalui pengelolaan kolektif dengan mekanisme arisan.
“Tujuannya agar kader Posyandu tidak hanya kuat secara sosial, tetapi juga mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Tiga Fokus Pembangunan NTB
Di akhir sambutannya, mantan duta besar tersebut menegaskan bahwa arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB difokuskan pada tiga agenda utama, yakni penurunan kemiskinan, pengembangan pariwisata berkelas dunia, serta penguatan ketahanan pangan.
“Semua OPD saya minta satu barisan. Semua program harus sejalan dengan tiga fokus ini,” pungkasnya
