Johan Rosihan Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Sumbawa, Ajak Gen Z Perkuat Nilai Kebangsaan dan Budaya Lokal
SUMBAWA (04/2) – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Johan Rosihan menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Rumah Aspirasi Sumbawa, Selasa (4/2/2026). Kegiatan ini dihadiri tokoh kebudayaan serta generasi muda (Gen Z) dari berbagai komunitas di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Dalam kegiatan tersebut, Johan Rosihan yang juga Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR RI menegaskan pentingnya penguatan nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus merawat identitas budaya lokal.
“Empat pilar ini bukan sekadar konsep kenegaraan, tetapi nilai yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda yang kelak menjadi pemimpin masa depan bangsa,” ujar Johan Rosihan.
Gen Z Diajak Memahami Nilai 4 Pilar Kebangsaan
Dalam sosialisasi tersebut, Johan Rosihan kembali mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Keempat pilar tersebut, kata dia, menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keragaman suku, agama, dan budaya di Indonesia.
Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Luncurkan Buku Lawas, Upaya Lestarikan Budaya Sumbawa
Selain sosialisasi kebangsaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku “Lawas”, yang mengangkat tradisi sastra lisan masyarakat Sumbawa.
Tradisi lawas merupakan bentuk puisi lisan yang sarat dengan pesan moral, nilai budaya, serta kearifan lokal masyarakat Sumbawa.
Menurut Johan Rosihan, pelestarian budaya lokal seperti lawas menjadi bagian penting dari penguatan karakter bangsa di tengah arus modernisasi.
“Ketika generasi muda mengenal dan mencintai budayanya sendiri, maka rasa kebangsaan dan identitas nasional akan semakin kuat,” katanya.
Dialog Kebangsaan Bersama Tokoh Budaya
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana dialogis dengan melibatkan tokoh kebudayaan serta generasi muda dari berbagai komunitas di Sumbawa.
Diskusi tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari tantangan kebangsaan di era digital, peran generasi muda dalam menjaga persatuan, hingga pentingnya merawat tradisi lokal sebagai bagian dari identitas nasional.
Melalui kegiatan ini, Johan Rosihan berharap sosialisasi nilai-nilai kebangsaan dapat terus menjangkau berbagai lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara tokoh masyarakat, budayawan, dan generasi muda.
Ia juga menekankan bahwa penguatan nilai kebangsaan dan pelestarian budaya lokal harus berjalan seiring agar jati diri bangsa tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
