Health

Gubernur NTB Tinjau Posyandu di Lantan, Perkuat Penanganan Stunting dan Pelestarian Lingkungan

81 kali dibaca

Lombok Tengah (05/3) — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal bersama Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal mengunjungi Posyandu Dusun Lantan Duren, Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/3/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa sekaligus memastikan penanganan stunting berjalan optimal.

Penanganan Stunting Jadi Prioritas

Dalam kunjungan itu, Gubernur Iqbal menyoroti adanya empat anak di Dusun Lantan Duren yang tercatat dalam data stunting. Ia meminta agar kondisi tersebut segera ditangani secara serius dengan melibatkan tenaga kesehatan, termasuk dokter anak, sehingga penyebabnya dapat diketahui secara jelas.

“Nanti kita komunikasi dengan dokter anak untuk melihat apa masalah utama dari empat anak yang masuk data stunting ini. Mudah-mudahan ada solusi sehingga mereka bisa keluar dari daftar stunting,” ujarnya.

Menurutnya, upaya penanganan stunting perlu dilakukan secara terintegrasi melalui kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat.

Lantan Jadi Kawasan Penting Penyangga Ekosistem

Selain meninjau layanan kesehatan, Gubernur Iqbal juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Lantan. Kawasan ini dinilai memiliki peran penting sebagai wilayah penyangga ekosistem di Pulau Lombok.

Ia menjelaskan bahwa wilayah tersebut memiliki kawasan hutan lindung, area konservasi, serta menjadi daerah tangkapan air bagi sejumlah wilayah di sekitarnya.

“Daerah ini adalah jantungnya NTB. Mungkin masyarakat di sini tidak terlalu merasakan, tetapi mereka yang tinggal di wilayah bawah seperti Batukliang, Praya hingga pesisir sangat bergantung pada kawasan ini,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Pemerintah Provinsi NTB juga tengah menyiapkan berbagai program pemberdayaan masyarakat sekitar hutan agar kesejahteraan warga meningkat tanpa merusak lingkungan.

“Kita sedang membenahi dan mencari solusi bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar hutan agar hutan tetap lestari dan tidak terganggu,” tambahnya.

Peran PKK dan Posyandu Perkuat Kesehatan Keluarga

Sementara itu, Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal mengajak para ibu untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu. Ia juga mendorong dukungan masyarakat terhadap para kader posyandu dalam menyosialisasikan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

“Anak-anak harus diajarkan sejak kecil untuk menjaga kebersihan. Kalau desa kita bersih, tentu akan semakin indah dan sehat,” katanya.

Kondisi Posyandu Perlu Perbaikan

Kepala Desa Lantan Lalu Irwan menjelaskan bahwa Posyandu Lantan Duren merupakan salah satu posyandu lama yang dibangun melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Namun saat ini bangunan posyandu mengalami kerusakan setelah bagian atap roboh akibat hujan dan angin kencang.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan perbaikan melalui musyawarah desa. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.

Tanam Pohon Hidupkan Ramadan

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Gubernur Iqbal juga melakukan penanaman pohon di Dusun Pemasir, Desa Lantan melalui kegiatan bertema “Tanam Pohon Hidupkan Ramadan.”

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong gerakan pelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *