Forum Inklusif Universitas Negeri Jakarta di Kabupaten Tangerang: 60 Peserta Perkuat Jejaring Sekolah Inklusi Bersama Pakar Malaysia
KABUPATEN TANGERANG, 3 April 2026 – Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Forum Komunikasi dan Kolaborasi Jejaring Multipihak bagi Sekolah Inklusif secara hybrid, yakni luring dan daring sekaligus, di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, mitra sekolah, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian strategis dalam memperkuat pendidikan inklusif di Indonesia, khususnya di wilayah Tangerang. Selain itu, forum ini merupakan bagian dari Program EQUITY Community Development UNJ yang didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Format Hybrid Perluas Partisipasi dan Kolaborasi
Forum ini dilaksanakan secara langsung di SDIT Laa Tahzan Citra serta diikuti secara daring melalui platform konferensi video. Dengan demikian, format hybrid memungkinkan jangkauan peserta yang lebih luas, termasuk mereka yang tidak dapat hadir secara fisik.
Ketua pelaksana kegiatan, Novi Andri Nurcahyono, menegaskan bahwa forum ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembangunan jejaring nyata.
“Forum ini bukan sekadar ajang berbagi ilmu, melainkan ruang membangun jaringan nyata antarpemangku kepentingan agar sekolah inklusif benar-benar hadir bagi setiap anak tanpa terkecuali,” ujarnya.
Hadirkan Pakar Nasional dan Internasional
Selanjutnya, forum ini menghadirkan dua narasumber dari lintas institusi dan lintas negara. Narasumber pertama, Ireena Nasiha Ibnu dari Universiti Teknologi Mara (UiTM), memaparkan praktik terbaik pendidikan inklusif di kawasan Asia Tenggara secara daring.
Sementara itu, narasumber kedua, Annisa Rizqa Alamri dari Universitas Tanjungpura, membagikan pengalaman implementasi kebijakan inklusi di tingkat sekolah dasar di Indonesia.
Dengan hadirnya narasumber lintas negara ini, peserta mendapatkan perspektif yang lebih luas, sekaligus mendorong pertukaran praktik baik dalam pengembangan sekolah inklusif.
Penguatan Kapasitas dan Jejaring Sekolah Inklusi
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif dalam sesi diskusi dan kolaborasi. Di satu sisi, guru mendapatkan pembekalan terkait pengelolaan kelas inklusif. Di sisi lain, tokoh masyarakat dan mitra sekolah diajak memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pendidikan yang ramah bagi semua anak.
Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, memperluas jejaring sekolah inklusif, serta memperkuat sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Dukung SDGs dan Pendidikan Berkeadilan
Lebih lanjut, forum ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (SDG 4), kesetaraan gender (SDG 5), pengurangan ketimpangan (SDG 10), serta kemitraan multipihak (SDG 17).
Dengan demikian, Program EQUITY Community Development UNJ yang didukung LPDP menjadi bukti nyata investasi negara dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkeadilan dan berdampak luas bagi masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan ini, UNJ menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pendidikan inklusif, sekaligus membangun kolaborasi lintas sektor demi menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan di masa depan.
