AbhinayaSosial

Dzikir Akbar Istana Bala Kuning Sumbawa, 15 Tahun Penobatan Sultan Muhammad Kaharuddin IV dan Milad ke-85 Perkuat Adat Tau Samawa

43 kali dibaca

Sumbawa (5/4) — Dzikir dan doa bersama digelar Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) di Istana Bala Kuning untuk memperingati 15 tahun penobatan Sultan Muhammad Kaharuddin IV sekaligus Milad ke-85. Kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat nilai adat, budaya, dan spiritual masyarakat Tau Samawa di tengah tantangan zaman.

Sejak malam hari, para undangan mulai memadati Istana Bala Kuning. Hadir tokoh adat, pejabat daerah, hingga masyarakat umum. Di antaranya Lalu Zulkifi Muhadli selaku Pariwa Adat LATS, Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot, Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah, serta Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori.

Acara diawali dzikir bersama, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selanjutnya, suasana semakin khidmat saat refleksi 15 tahun penobatan Sultan disampaikan. Momentum ini menegaskan kembali peran Kesultanan Sumbawa dalam menjaga identitas dan arah peradaban Tau Samawa.

Menurut Lalu Zulkifi Muhadli, penobatan Sultan bukan sekadar simbol, tetapi juga fondasi nilai dan kebanggaan sejarah. Selain itu, keberadaan Sultan menjadi penjaga marwah masyarakat adat.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembacaan Pasatotang atau titah dari Sultan Muhammad Kaharuddin IV. Dalam pesannya, Sultan mengajak masyarakat menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan tidak mudah terprovokasi.

Lebih lanjut, Sultan menegaskan pentingnya menghidupkan filosofi “Adat Barenti Ko Syara’, Syara’ Barenti Ko Kitabullah”. Selain itu, nilai gotong royong (Basiru) dan tolong-menolong (Tulung) harus terus dijaga sebagai kekuatan sosial masyarakat.

Tidak hanya itu, Sultan juga mengingatkan bahwa alam merupakan amanah yang harus dijaga. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan demi generasi mendatang.

Sementara itu, Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa momentum ini penting untuk memperkuat hubungan manusia dengan alam dan budaya. Ia juga mengaitkannya dengan program pembangunan daerah seperti Sumbawa Hijau Lestari.

Di sisi lain, Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah menekankan bahwa masyarakat Sumbawa dan KSB memiliki akar sejarah yang sama. Karena itu, warisan budaya harus dijaga sebagai identitas bersama.

Setelah itu, kegiatan ditutup dengan silaturahmi dan ramah tamah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mencerminkan kuatnya persatuan masyarakat Tau Samawa.

Melalui dzikir akbar ini, LATS berharap nilai adat, budaya, dan spiritual tetap terjaga. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jati diri masyarakat sekaligus menjadi fondasi pembangunan yang berkelanjutan di Sumbawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *