Hukum

Diduga Ada Kompensasi ke Perbekel, Tower Bongancina Tetap Berdiri Meski Kantongi SP-2, Siapa yang Membackup Proyek Ini?

3 kali dibaca

BULELENG – Polemik pembangunan menara telekomunikasi milik PT Tower Bersama di Desa Bongancina, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, semakin memanas. Selain menghadapi penolakan warga, proyek tersebut kini disorot karena muncul dugaan adanya kompensasi yang mengalir kepada Perbekel Bongancina, Dewa Made Sariana.

Dugaan itu berkembang setelah beredar informasi bahwa pihak yang disebut sebagai subkontraktor proyek mengakui adanya penyerahan uang kepada Perbekel Bongancina. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait nominal, dasar pemberian, maupun tujuan penggunaan dana tersebut.

Karena itu, masyarakat mulai mempertanyakan transparansi proyek yang hingga saat ini masih menghadapi persoalan perizinan.

Dugaan Kompensasi Jadi Sorotan Warga

Warga menilai informasi mengenai penyerahan uang tersebut perlu dijelaskan secara terbuka. Pasalnya, pembangunan tower tetap berlangsung meski Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menerbitkan Surat Peringatan Tertulis Kedua (SP-2).

Selain itu, publik juga ingin mengetahui apakah dana tersebut merupakan bantuan sosial, kompensasi lingkungan, atau memiliki kaitan dengan proses pembangunan tower yang masih bermasalah secara administrasi.

“Kalau memang ada dana yang diberikan, masyarakat berhak tahu. Harus dijelaskan dasar hukumnya dan digunakan untuk apa,” ujar salah seorang warga.

Tower Tetap Dibangun Meski Kantongi SP-2

Di sisi lain, Dinas PUPR Perkim Kabupaten Buleleng melalui Surat Nomor T.600.3.3/4745/TRBK-DPUPRPERKIM/VI/2026 menyebut pembangunan tower masih dalam proses pengurusan KKPR.

Selain itu, proyek tersebut juga disebut belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Karena belum melengkapi persyaratan tersebut, perusahaan diminta menghentikan aktivitas pembangunan. Namun berdasarkan informasi warga, pekerjaan proyek masih berlangsung di lokasi.

Akibatnya, muncul pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan pemerintah terhadap proyek tersebut.

Warga Pertanyakan Sikap Pemerintah

Menurut warga, proyek ini sejak awal menuai penolakan karena dinilai minim sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak langsung.

Bahkan, beberapa warga mengaku baru mengetahui adanya pembangunan tower setelah alat berat masuk ke lokasi.

Selain itu, warga juga mempertanyakan mengapa proyek masih berjalan meski telah menerima SP-1 dan SP-2.

“Kalau sudah ada dua kali peringatan dan pembangunan tetap jalan, lalu siapa yang menjamin proyek ini bisa terus berjalan?” kata seorang warga.

Dugaan Aliran Dana Perlu Dijelaskan

Sementara itu, munculnya dugaan kompensasi kepada Perbekel Bongancina membuat polemik semakin berkembang.

Karena itu, sejumlah warga meminta pemerintah desa memberikan klarifikasi terbuka. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari spekulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat berharap instansi terkait dapat menelusuri seluruh informasi yang berkembang secara objektif dan profesional.

Publik Menunggu SP-3 dan Ketegasan Pemkab Buleleng

Kini perhatian masyarakat tertuju pada langkah Pemerintah Kabupaten Buleleng. Warga menunggu apakah Dinas PUPR benar-benar akan menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP-3) sesuai tahapan yang berlaku.

Selain itu, masyarakat juga ingin mengetahui apakah aktivitas pembangunan akan dihentikan sampai seluruh izin dinyatakan lengkap.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Perbekel Bongancina, pihak PT Tower Bersama, maupun pihak yang disebut sebagai subkontraktor proyek terkait dugaan penyerahan dana tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *