Politik

Demo Mahasiswa NTB Tuntut Evaluasi MBG dan Perbaikan Pendidikan

78 kali dibaca

MATARAM (18/6) – Demo Mahasiswa NTB kembali berlangsung di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (18/6/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Perwakilan Rakyat NTB Mengadili turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perbaikan sektor pendidikan, serta penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu mendapat pengawalan aparat kepolisian. Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi terkait berbagai persoalan nasional maupun daerah yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Demo Mahasiswa NTB Soroti Program MBG

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah. Mereka meminta agar program tersebut dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan baru di lingkungan pendidikan.

Perwakilan massa aksi sekaligus Menteri Sosial dan Politik (Sospol) BEM Universitas Mataram, Hanan Wahyuda, mengatakan evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya tidak membebani sekolah maupun tenaga pendidik,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa menilai kebijakan pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam proses pembangunan daerah maupun nasional.

Demo Mahasiswa NTB Desak Perbaikan Pendidikan

Selain isu MBG, mahasiswa juga menyoroti kondisi pendidikan di NTB yang masih menghadapi berbagai tantangan. Mereka meminta pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan fasilitas.

Mahasiswa juga menyoroti tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di sejumlah daerah. Oleh karena itu, mereka mendesak pemerintah daerah untuk menghadirkan program yang mampu menjangkau anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.

Di sisi lain, mahasiswa meminta adanya pemerataan akses pendidikan sehingga tidak terjadi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.

Demo Mahasiswa NTB Angkat Isu Kekerasan Seksual

Isu perlindungan perempuan dan anak turut menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Massa aksi menilai kasus kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan lebih maksimal dari seluruh pemangku kepentingan.

Mahasiswa mendesak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan aparat penegak hukum untuk memperkuat sistem perlindungan korban serta memastikan proses hukum berjalan secara adil.

“Kami ingin ada langkah nyata agar kasus kekerasan seksual tidak terus berulang dan menimbulkan korban baru,” kata Hanan.

Tuntutan Demo Mahasiswa NTB kepada Pemprov

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi NTB, di antaranya:

  1. Mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  2. Meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di NTB.
  3. Menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
  4. Memperluas akses pendidikan yang merata.
  5. Memperkuat perlindungan terhadap korban kekerasan seksual.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Satgas MBG NTB, Fathul Gani, mengapresiasi masukan yang disampaikan mahasiswa. Menurutnya, kritik dan saran dari masyarakat menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program pemerintah.

Aksi Demo Mahasiswa NTB berlangsung tertib hingga siang hari. Setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan mahasiswa diterima untuk berdialog dengan pihak terkait guna membahas berbagai tuntutan yang disampaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *