EkonomiPendidikanSosial

Tim Peneliti Bestari Saintek Audiensi dengan Kalurahan Caturharjo Bahas Program Incinerator Sampah Portabel Berbasis IoT

171 kali dibaca

BANTUL, YOGYAKARTA (21/5) – Tim Peneliti Bestari Saintek melakukan audiensi dengan pemerintah Kalurahan Caturharjo terkait rencana program pembuatan incinerator sampah portabel berbasis Internet of Things (IoT). Program tersebut ditujukan untuk pengolahan sampah residu. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara lembaga riset dan masyarakat dalam pengembangan pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Audiensi Bahas Pengelolaan Sampah

Audiensi diawali dengan diskusi antara Tim Peneliti Bestari Saintek dan pemerintah Kalurahan Caturharjo. Diskusi membahas kondisi masyarakat serta sistem pengelolaan sampah yang selama ini berjalan di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan itu, pihak kalurahan menyampaikan berbagai program pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan. Selain itu, mereka juga menjelaskan upaya pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Tim Peneliti Bestari Saintek kemudian memaparkan rancangan program yang akan dijalankan. Program tersebut berupa pengembangan incinerator sampah portabel berbasis IoT. Teknologi ini dirancang untuk membantu proses pembakaran sampah residu secara lebih efektif.

Selain itu, sistem tersebut dapat dipantau secara real-time. Oleh karena itu, teknologi IoT diharapkan mampu mendukung pengelolaan sampah yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.

Kunjungan ke Dusun Gluntung Kidul

Setelah audiensi selesai, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Dusun Gluntung Kidul. Wilayah tersebut direncanakan menjadi salah satu lokasi pengoperasian incinerator sampah portabel.

Pada kesempatan itu, masyarakat dan perangkat padukuhan memperkenalkan berbagai program pengelolaan sampah yang telah berjalan di wilayah mereka. Sementara itu, tim peneliti juga mengamati kondisi lingkungan setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh dukuh, ketua RT, perangkat kalurahan, dan masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu, Tim Peneliti Bestari Saintek menyampaikan rencana pelaksanaan program kepada warga.

Selain itu, tim juga berdiskusi mengenai kebutuhan dan kondisi pengelolaan sampah di lingkungan padukuhan. Ketua Tim Riset, Prof. Anton Yudhana, PhD, menegaskan, Kami berharap incinerator sampah portabel berbasis IoT ini menjadi solusi nyata dalam pengelolaan sampah residu yang efisien dan berkelanjutan bagi masyarakat Kalurahan Caturharjo.” Masyarakat pun menyambut baik program tersebut. Mereka berharap teknologi yang dikembangkan dapat membantu mengurangi permasalahan sampah residu.

Pengamatan di TPS3R Kalurahan Caturharjo

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke TPS3R Kalurahan Caturharjo. Tim peneliti melakukan pengamatan terhadap aktivitas pengelolaan sampah di tingkat kalurahan.

Pengamatan dilakukan mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah. Selain melakukan observasi, tim juga berdiskusi dengan pengelola TPS3R.

Diskusi tersebut membahas tantangan dan potensi pengembangan pengelolaan sampah berbasis teknologi. Dengan demikian, program yang dirancang diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan audiensi dan kunjungan lapangan tersebut, program incinerator sampah portabel berbasis IoT diharapkan dapat berjalan dengan baik. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendukung pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi di Kalurahan Caturharjo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *