PolitikSosial

NTB Perkuat Agenda Hijau Dukung Gerakan Indonesia ASRI

31 kali dibaca

MATARAM (6/6) – NTB Perkuat Agenda Hijau sebagai dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang diluncurkan Presiden RI pada Hari Lingkungan Hidup 2026.

Program ini bertujuan menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan iklim. Selain itu, program tersebut mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

NTB Perkuat Agenda Hijau Lewat Penanaman Pohon

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan berbagai capaian lingkungan hidup di daerah.

Salah satu capaian penting adalah penanaman lebih dari satu juta pohon sejak tahun 2025. Program tersebut dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di NTB.

Selain itu, penanaman pohon menjadi bagian dari rehabilitasi lingkungan. Langkah ini juga membantu memperkuat ketahanan iklim daerah.

Gerakan Kebersihan Terus Diperluas

Pemerintah Provinsi NTB terus menggerakkan kegiatan kebersihan di berbagai wilayah.

Sejak Februari 2026, kegiatan kurvei dan gotong royong rutin dilaksanakan. Kegiatan tersebut melibatkan sekolah, ASN, komunitas, dan masyarakat.

Selanjutnya, pemerintah daerah akan memperluas gerakan tersebut. Tujuannya adalah membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Perusahaan Raih Penghargaan PROPER

Pada kesempatan yang sama, Pemprov NTB memberikan penghargaan PROPER kepada sejumlah perusahaan.

Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan yang menerapkan pengelolaan lingkungan secara baik. Selain itu, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

Penerima PROPER Hijau antara lain PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Pertamina Patra Niaga. Kemudian, penghargaan juga diberikan kepada PT PLN Indonesia Power PLTU Jeranjang.

Kerja Sama Perlindungan Lingkungan

Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa menandatangani kesepakatan bersama terkait perlindungan lingkungan.

Kerja sama tersebut mencakup rehabilitasi ekologis dan pengelolaan hutan. Selain itu, kesepakatan ini mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, kolaborasi antardaerah diharapkan semakin kuat. Langkah tersebut juga mendukung pembangunan berkelanjutan.

Fokus Penanganan Banjir dan Sampah

Dalam forum nasional tersebut, Gubernur NTB menyoroti persoalan banjir di Bima.

Menurutnya, kerusakan hutan di wilayah hulu menjadi salah satu penyebab utama. Karena itu, rehabilitasi kawasan hutan perlu dipercepat.

Sementara itu, pemerintah daerah juga fokus pada pengelolaan sampah. Salah satu program yang dikembangkan adalah pemanfaatan landfill gas di TPA Regional Kebon Kongok.

Program tersebut diharapkan menghasilkan energi alternatif bagi masyarakat. Bahkan, program ini berpotensi memberikan manfaat ekonomi.

Dukungan untuk Kawasan Wisata

Selain persoalan sampah, NTB juga menaruh perhatian pada kawasan Gili Tramena.

Penanganan sampah di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air terus diperkuat. Tujuannya adalah menjaga kualitas lingkungan wisata.

Dengan demikian, daya tarik wisata NTB dapat terus meningkat. Pada akhirnya, sektor pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menyatakan dukungannya terhadap NTB. Selanjutnya, ia dijadwalkan berkunjung ke NTB pada Juli 2026.

Kunjungan tersebut bertujuan membahas berbagai isu lingkungan strategis. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah akan memperkuat koordinasi penyelesaiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *