SosialTop Stories

Mahasiswa UI Turun Aksi, Soroti Harga BBM hingga Program MBG

41 kali dibaca

Jakarta (12/6) – Aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen mahasiswa menjadi perhatian publik, Jumat (12/6/2026). Aksi yang awalnya direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tersebut membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah.

Lima Tuntutan Demo BEM UI

Aksi ini diikuti BEM dari seluruh fakultas di Universitas Indonesia. Selain itu, mahasiswa dari UPN Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor juga turut bergabung. Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan tuntutan tersebut merupakan hasil konsolidasi bersama mahasiswa UI.

“Jadi ada lima pokok tuntutan kami. Semuanya dirangkum dari konsolidasi BEM seluruh fakultas di UI,” ujar Dimas.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan nasional. Tuntutan yang dibawa antara lain penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta penghentian Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Selain itu, mahasiswa juga menolak militerisme di ruang sipil. Mereka turut mendesak pemerintah agar mengakui kesalahan dan berhenti mengelak dari tanggung jawab.

Aksi Terbuka untuk Masyarakat

Dimas menegaskan bahwa aksi tersebut terbuka bagi masyarakat umum. Namun, ia memastikan gerakan mahasiswa itu tidak terafiliasi dengan kelompok massa tertentu.

“Aksi ini terbuka. Namun, kami tidak tergabung atau terafiliasi dengan massa mana pun,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan posisi mahasiswa dalam aksi tersebut. Dengan demikian, gerakan itu disebut sebagai bagian dari penyampaian aspirasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dikritisi.

Bus Mahasiswa Mengalami Pengalihan Rute

Di tengah pelaksanaan aksi, sejumlah bus yang membawa mahasiswa dari Kampus UI Depok dilaporkan tidak langsung menuju Bundaran HI. Rombongan yang berangkat sekitar pukul 10.30 WIB mengalami pengalihan rute saat tiba di kawasan Semanggi.

Bus mahasiswa kemudian diarahkan menuju Dukuh Atas sebelum bergerak ke kawasan Gedung DPR RI. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, membenarkan adanya pengalihan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sebagian massa masih menunggu rombongan lain yang terpisah.

“Kami masih berdiskusi agar massa yang terpisah bisa kembali bergabung,” ujar Athof.

Polisi Jelaskan Alasan Pengalihan Aksi

Sementara itu, Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa kawasan Bundaran HI bukan lokasi yang diperuntukkan bagi kegiatan demonstrasi. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat dan perekonomian.

“Bundaran HI bukan tempat untuk menyampaikan aspirasi karena ada aktivitas masyarakat dan ekonomi,” kata Budi.

Menurut Budi, pihak kepolisian telah berkomunikasi dengan penyelenggara aksi. Beberapa lokasi alternatif juga telah disarankan, seperti kawasan Patung Kuda atau depan Gedung DPR/MPR RI.

Ia menambahkan, penyampaian aspirasi tetap dilindungi undang-undang. Namun, pelaksanaannya perlu memperhatikan ketertiban umum dan aktivitas masyarakat lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *