Nature

Album Sang Sejati Embun Jiwa Resmi Dirilis, Padukan Spiritualitas, Sastra dan Musik Rock

13 kali dibaca

MATARAM (24/6) – Kelompok spiritual-sosiokultural Embun Jiwa resmi meluncurkan album perdana bertajuk Sang Sejati. Album ini menjadi penanda perjalanan panjang komunitas yang sejak 1999 konsisten menggunakan seni sebagai media penyadaran sosial, pendidikan karakter, dan refleksi spiritual.

Berbeda dengan kebanyakan grup musik, Embun Jiwa tidak sekadar menghadirkan hiburan. Sebaliknya, mereka menjadikan musik sebagai sarana menyampaikan pesan kemanusiaan, kesadaran diri, hingga nilai-nilai spiritual yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui album Sang Sejati, Embun Jiwa menggabungkan energi musik grunge, metal, dan rock alternatif dengan lirik-lirik kontemplatif yang mengajak pendengar melakukan perjalanan mengenal diri dan memahami makna kehidupan.

Berangkat dari Gerakan Seni dan Kesadaran Sosial

Selama lebih dari dua dekade, Embun Jiwa aktif dalam berbagai kegiatan seni dan sosial. Mereka pernah tampil dalam Perisai Diri International Championship, Festival Asileo Makassar, hingga Festival Budaya Sasak di Malang.

Selain itu, kelompok ini juga dikenal aktif mengampanyekan gerakan anti-perundungan atau anti-bullying di berbagai sekolah. Salah satunya melalui kegiatan edukasi di SMA Negeri 3 Mataram.

Karena itu, karya-karya mereka tidak hanya berbicara tentang spiritualitas, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Diperkuat Enam Personel dengan Karakter Musik Unik

Album Sang Sejati digarap oleh enam personel yang akrab disapa “Kake”. Mereka adalah Kake Kholis (vokal dan gitar), Kake Marta (vokal, puisi, dan teatrikal), Kake Aleh (violin), Kake Hanan (vokal dan gitar), Kake Aan (bass), serta Kake Ivan (drum).

Kombinasi instrumen rock yang kuat dengan sentuhan violin melahirkan warna musik yang khas. Karena itu, setiap lagu dalam album ini menghadirkan nuansa emosional yang mendalam sekaligus penuh energi.

Mayoritas Lirik Diadaptasi dari Buku Sastra

Menariknya, sebagian besar lirik dalam album Sang Sejati diadaptasi dari buku antologi sastra berjudul Mengenal Diri Menyadari Sang Sejati yang sebelumnya diterbitkan oleh Embun Jiwa.

Melalui pendekatan tersebut, musik dan literasi dipadukan menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Pendengar tidak hanya menikmati lagu, tetapi juga diajak memasuki ruang refleksi yang lebih mendalam.

Perjalanan Spiritual dalam Tujuh Lagu

Album Sang Sejati berisi tujuh lagu yang tersusun seperti perjalanan batin seorang manusia dalam mengenal Sang Pencipta.

Perjalanan itu dimulai melalui lagu Bismillah, yang mengajak pendengar memahami makna terdalam dari setiap langkah kehidupan.

Selanjutnya, lagu Kasih Sayang berbicara tentang hakikat kenikmatan spiritual dan hubungan manusia dengan Sang Pemberi Kehidupan.

Namun demikian, Embun Jiwa tidak menutup mata terhadap realitas sosial. Melalui lagu Hentikan Perundungan, mereka menyuarakan kepedulian terhadap korban bullying yang masih sering terjadi di lingkungan pendidikan.

Lagu tersebut lahir dari keprihatinan para personel terhadap berbagai kasus perundungan yang berdampak serius terhadap kondisi psikologis generasi muda.

Pesan untuk Pemimpin dan Pencari Makna Hidup

Memasuki lagu berikutnya, Embun Jiwa mengajak pendengar memahami makna ibadah melalui lagu Sembahyang Itu dan Wujudnya Bathin.

Sementara itu, lagu Songel menghadirkan pesan khusus bagi seorang sahabat yang tengah mengemban amanah kepemimpinan.

Melalui lagu tersebut, Embun Jiwa mengingatkan pentingnya menjaga kejernihan hati di tengah tekanan kekuasaan, kepentingan politik, dan dinamika sosial yang terus berubah.

Laa Ilaha Illallah Menjadi Puncak Kontemplasi

Album Sang Sejati ditutup dengan lagu Laa Ilaha Illallah. Lagu ini menjadi simbol puncak perjalanan spiritual yang dibangun sejak awal album.

Melalui karya tersebut, Embun Jiwa menyampaikan pesan bahwa pada akhirnya manusia akan sampai pada kesadaran tentang keberadaan Sang Maha Ada sebagai sumber segala kehidupan.

Karena itu, album ini tidak hanya menjadi karya musik, tetapi juga ruang refleksi bagi siapa saja yang ingin memahami diri, kehidupan, dan hubungan spiritual secara lebih mendalam.

Dengan peluncuran album Sang Sejati, Embun Jiwa kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan seni sebagai sarana transformasi sosial, pendidikan karakter, dan penguatan kesadaran spiritual di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *