Gubernur NTB Berangkatkan 33 Warga Umrah Gratis, Apresiasi Pengabdian Pekerja “Dalam Senyap”
Mataram (21/1) — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memberangkatkan 33 warga NTB untuk menunaikan ibadah umrah secara gratis. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi yang selama ini berkontribusi bagi pembangunan daerah, namun jarang mendapat sorotan publik.
Pelepasan jamaah dilakukan di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Rabu (21/1/2026).
Apresiasi untuk Pekerja yang Mengabdi dalam Senyap
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa para penerima umrah gratis merupakan sosok yang bekerja dengan penuh dedikasi dan keikhlasan untuk masyarakat.
“Hari ini kita memberangkatkan teman-teman yang selama ini bekerja dalam sepi untuk ikut membangun NTB,” ujarnya.
Rombongan jamaah terdiri dari berbagai profesi, seperti wartawan senior, guru honorer, kader posyandu, penjaga sekolah, petugas kebersihan, sopir, tukang kebun, hingga polisi hutan. Mereka dinilai memiliki kontribusi besar dalam kehidupan sosial masyarakat meskipun kerap luput dari perhatian.
Dibiayai Dana Pribadi
Lebih lanjut, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pemberangkatan umrah ini menggunakan dana pribadinya, bukan anggaran pemerintah daerah.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk syukur sekaligus amanah rezeki yang ingin ia salurkan kepada mereka yang dinilai berhak menerima.
“Kalau ini pribadi, ya dari Allah yang memberi lewat saya. Kalau amanah itu sampai ke saya dan tidak saya jalankan, nanti saya yang ditegur,” katanya.
Meski demikian, Pemprov NTB sendiri memiliki program umrah bagi aparatur sipil negara berprestasi yang dibiayai melalui APBD. Sementara pemberangkatan 33 orang ini merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk penghargaan moral.
Soroti Peran Kader Posyandu
Pada kesempatan itu, Iqbal juga menyoroti peran kader Posyandu yang jumlahnya mencapai sekitar 41 ribu orang di NTB. Meski hanya menerima insentif terbatas, mereka menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
“Ketika masyarakat punya masalah, mereka tidak mencari gubernur. Yang dicari pertama justru kader posyandu,” ujarnya.
Selain kader Posyandu, ia juga menyinggung peran polisi hutan yang bertugas di wilayah terpencil dan kerap bekerja jauh dari sorotan publik.
Harapan dari Tanah Suci
Untuk perjalanan ibadah umrah tersebut, Pemprov NTB mempercayakan pelayanan kepada biro perjalanan Muhsinin Travel.
Para jamaah dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada Kamis (22/1/2026). Gubernur Iqbal berharap para peserta dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta membawa pulang pengalaman spiritual yang berkesan.
Ia juga berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang.
“Inginnya lebih banyak, tetapi rezekinya baru segitu. Insya Allah kalau ada, jalan,” pungkasnya.
