Satu Murid SD Gunungsari Jalani Pemulihan Psikologis Setelah Batal Menikah, Satu Masih Ditahan Keluarga
Mataram (13/2) – Seorang murid sekolah dasar di wilayah Gunungsari saat ini tengah menjalani pemulihan psikologis setelah rencana pernikahannya dibatalkan. Sementara itu, satu murid lainnya dilaporkan masih berada di bawah pengawasan ketat pihak keluarga.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua anak tersebut sebelumnya sempat direncanakan untuk menikah oleh keluarga masing-masing. Namun, setelah mendapat perhatian dari pihak sekolah, pemerintah desa, serta dinas terkait, pernikahan salah satu anak berhasil dibatalkan.
Kepala sekolah setempat menyatakan bahwa pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan orang tua dan aparat desa begitu mengetahui adanya rencana tersebut. “Kami mengutamakan keselamatan dan masa depan anak. Pendidikan mereka harus tetap berjalan,” ujarnya.
Anak yang batal menikah kini mendapatkan pendampingan dari tenaga psikolog untuk memulihkan kondisi mentalnya. Pendampingan ini dilakukan guna memastikan anak tersebut dapat kembali menjalani aktivitas belajar seperti biasa tanpa tekanan.
Sementara itu, satu murid lainnya dikabarkan masih berada di rumah dan belum kembali bersekolah. Beberapa pihak tengah melakukan pendekatan persuasif kepada keluarga agar anak tersebut dapat kembali melanjutkan pendidikan dan terhindar dari praktik perkawinan usia dini.
Pemerintah setempat menegaskan bahwa perkawinan anak bertentangan dengan aturan yang berlaku dan berpotensi merugikan tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental. Sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan dan dampak negatif perkawinan usia dini pun terus digencarkan.
Kasus ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerhati anak dan lembaga perlindungan anak. Mereka berharap tidak ada lagi anak yang kehilangan hak pendidikan akibat keputusan yang diambil sebelum waktunya.
