NTB Dorong Desa Berdaya, Mendes Siap Jadikan Model Nasional Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
JAKARTA (11/3) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong program Desa Berdaya sebagai strategi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem. Program ini bahkan mendapat dukungan dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Yandri Susanto untuk dijadikan Model Nasional Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.
Program Desa Berdaya yang digagas Pemerintah Provinsi NTB bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui berbagai intervensi pembangunan berbasis data.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa pendekatan pengentasan kemiskinan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga sektor swasta.
Melalui program ini, pemerintah fokus pada desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang masih cukup tinggi di NTB.
Setiap desa sasaran mendapatkan pendampingan khusus untuk memastikan program pemberdayaan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Intervensi yang dilakukan tidak hanya pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga pemberdayaan ekonomi keluarga miskin melalui berbagai usaha produktif.
Menteri Desa Yandri Susanto menilai pendekatan Desa Berdaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB sangat strategis karena menggabungkan pemberdayaan ekonomi, pembangunan desa, serta penguatan kelembagaan masyarakat.
Menurutnya, konsep tersebut memiliki potensi besar untuk direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Karena itu, Kementerian Desa akan mengkaji lebih lanjut kemungkinan menjadikan program Desa Berdaya sebagai salah satu model nasional dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Dengan dukungan pemerintah pusat, program Desa Berdaya diharapkan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi jumlah desa dengan kategori kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Barat.
