EkonomiSosial

Tekan Inflasi Ramadan, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah dan Pastikan Stok Pangan Aman

141 kali dibaca

MATARAM (11/3) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB bersama Badan Pangan Nasional dan TVRI menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman kantor TVRI NTB, Mataram, Rabu (11/3/2026). Program ini dilakukan untuk menekan inflasi daerah sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan dan Hari Raya Nyepi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.


Pemprov NTB Perkuat Pengendalian Harga Pangan

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa pengendalian harga pangan memerlukan sinergi berbagai pihak, termasuk Perum Bulog dan Bank Indonesia.

Menurutnya, pemantauan harga dilakukan secara intensif di pasar induk maupun pasar tradisional guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

“Kita harus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang berdampak kurang baik bagi masyarakat, terlebih saat ini ada dua momentum besar yaitu Ramadan dan Nyepi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga memprioritaskan ketersediaan sembilan bahan pokok agar tetap aman serta dapat dijangkau oleh masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.


Intervensi Pasokan Cabai dan Komoditas Strategis

Pemerintah Provinsi NTB juga melakukan langkah cepat dalam mengatasi kenaikan harga beberapa komoditas pangan, salah satunya cabai merah yang sempat mengalami lonjakan harga di sejumlah wilayah Pulau Lombok.

Wakil Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan intervensi dengan mendatangkan pasokan cabai dari daerah lain, termasuk dari Sulawesi, untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Selain cabai, perhatian juga diberikan pada komoditas jagung, terutama di wilayah Kabupaten Bima di Pulau Sumbawa. Pemerintah berupaya membangun kemitraan dengan berbagai pihak agar hasil panen petani memiliki pasar yang stabil dan tidak merugikan produsen saat musim panen tiba.


GPM Disiarkan Nasional Melalui TVRI

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di NTB juga disiarkan langsung melalui jaringan TVRI yang menjangkau 31 stasiun daerah di seluruh Indonesia.

Kepala LPP TVRI NTB Ina Djara menjelaskan bahwa kegiatan GPM tahun ini mendapat dukungan berbagai instansi, termasuk Bank Indonesia, Bulog, serta para distributor pangan di wilayah NTB.

Menurutnya, selama lima tahun terakhir TVRI konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.


Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Pelaksanaan GPM kali ini juga menghadirkan inovasi baru. Selain menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Bima Internasional dan Rumah Sakit Mata Provinsi NTB yang menyediakan pemeriksaan kesehatan umum serta pemeriksaan mata gratis bagi warga.

“Layanan kesehatan gratis ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar Kelurahan Kekalik Jaya,” ujar Ina Djara.


Gerakan Pangan Murah Jadi Instrumen Kendali Inflasi

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Eva Dewiyani menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.

Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, pelaku usaha pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini pemerintah memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *