AbhinayaSosial

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal: Filosofi Orang Sasak Mengayomi Semua, Dasar Pembangunan NTB Makmur Mendunia

62 kali dibaca

MATARAM (23/3) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan filosofi kepemimpinan berbasis kearifan lokal dalam silaturahmi bersama Majelis Adat Sasak (MAS) di kediaman tokoh Sasak sekaligus mantan Gubernur, Lalu Serinata, di Mataram, Senin (23/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa nilai orang Sasak yang mengayomi semua golongan menjadi landasan utama dalam memimpin daerah.

“Orang Sasak mengayomi semua orang. Kita besar maka perilaku kita seperti orang besar,” tegasnya.


Filosofi Kepemimpinan Inklusif Orang Sasak

Menurut Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur, filosofi tersebut menjadi pegangan dalam membangun kepemimpinan yang inklusif dan menghadirkan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat NTB, tanpa membedakan latar belakang.

“Sebagai orang Sasak, saya ingin menjadi bapak dan rumah bagi semua, baik masyarakat Bali, Dompu, Bima, maupun Sumbawa,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa karakter orang Sasak identik dengan kesabaran, pengendalian diri, dan kebijaksanaan, yang diibaratkan sedalam Samudera Hindia dan setinggi Gunung Rinjani.


Pembangunan NTB Berbasis Pemerataan dan Keadilan

Dalam aspek kebijakan, Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan di tahun pertama pemerintahannya difokuskan pada pemerataan, termasuk di Pulau Sumbawa. Hal ini sebagai bentuk komitmen bahwa kepemimpinan tidak bersifat sentralistik.

Beberapa program prioritas yang dipaparkan antara lain:

  • Infrastruktur jalan untuk membuka wilayah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang, dan Lenangguar
  • Penguatan konektivitas wilayah utara melalui kawasan Samota
  • Intervensi pembangunan di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti Dompu

Penguatan Sektor Kesehatan, Desa Berdaya, dan Ketahanan Pangan

Di sektor kesehatan, Pemprov NTB telah meningkatkan status Rumah Sakit Manambai dan RSUD Bima menjadi tipe B guna meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, dalam upaya pengentasan kemiskinan, pemerintah menggulirkan program Desa Berdaya yang menargetkan 106 desa di NTB. Program ini didukung dengan pendataan ulang serta stimulan dana sekitar Rp500 juta per desa.

Selain itu, sektor ketahanan pangan diperkuat melalui pengembangan sekitar 900 dapur program MBG guna mendorong suplai pangan lokal.

Di bidang pariwisata, Pemprov juga meningkatkan konektivitas penerbangan dan pembenahan destinasi wisata guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


MAS Dukung Kepemimpinan dan Pembangunan NTB

Tokoh Sasak, Lalu Sajim Sastrawan, menyebut silaturahmi ini sebagai langkah awal menuju visi NTB Makmur Mendunia.

Menurutnya, MAS saat ini masih menahan rekomendasi strategis agar Gubernur dapat lebih memahami dinamika kepemimpinan secara langsung.

“Biarkan beliau merasakan prosesnya, baik manis maupun pahit, agar ke depan kita bisa bersama-sama menguatkan pemerintahan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua MAS NTB, Lalu Winengan, berharap kepemimpinan dari kalangan Sasak mampu meningkatkan kualitas pembangunan manusia di NTB.


Perkuat Persatuan dan Kearifan Lokal

Melalui silaturahmi ini, Gubernur menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan mengedepankan kearifan lokal dalam pembangunan daerah.

Filosofi orang Sasak yang mengayomi semua diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan NTB yang adil, inklusif, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *