Ekonomi

Hilirisasi Industri Tambak Udang di NTB Jadi Prioritas, Gubernur Iqbal Jamin Iklim Investasi Ramah Investor

47 kali dibaca

MATARAM (19/6)Hilirisasi Industri Tambak Udang di NTB menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing sektor perikanan di pasar global. Karena itu, Pemprov NTB bersama pelaku usaha dan Shrimp Club Indonesia (SCI) Wilayah Lombok menggelar Diskusi Hilirisasi Industri Tambak Udang di NTB di Hotel Aston Inn Mataram, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, investor, dan pelaku usaha. Selain itu, forum ini juga membahas berbagai langkah percepatan investasi dan pengembangan industri pengolahan udang di NTB.

Hilirisasi Industri Tambak Udang di NTB Perkuat Investasi

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang ramah dan berkelanjutan. Oleh sebab itu, berbagai kemudahan investasi terus disiapkan untuk menarik lebih banyak investor ke NTB.

“Jangan ragukan komitmen kami untuk mendorong industri perikanan di daerah kami. Kami ingin menjadi provinsi yang investor friendly,” ujar Gubernur Iqbal.

Selain mendorong investasi, Pemprov NTB juga ingin memastikan bahwa keuntungan ekonomi dapat dirasakan masyarakat. Di sisi lain, kelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas utama.

Gubernur Iqbal Tekankan Keberlanjutan Lingkungan

Menurut Gubernur Iqbal, industri tambak udang harus berkembang tanpa merusak lingkungan. Karena itu, konsep pembangunan berkelanjutan menjadi landasan utama dalam pengembangan sektor perikanan NTB.

“Kita ingin tambak bisa berdampingan dengan pariwisata. Dengan demikian, ekonomi tumbuh dan lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov NTB juga menjamin stabilitas regulasi untuk memberikan kepastian hukum bagi investor yang menanamkan modal di sektor perikanan dan kelautan.

Dislutkan NTB Siapkan FS, DED dan Lahan Investasi

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung investasi.

Tidak hanya itu, Dislutkan NTB juga telah menyusun Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) untuk mendukung program hilirisasi industri udang.

Bahkan, pemerintah menyiapkan potensi lahan seluas 100 hektare di kawasan Bandara Internasional Lombok guna mendukung pengembangan industri pengolahan hasil perikanan.

SCI Dorong Hilirisasi Industri Tambak Udang di NTB

Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI), Andi Tamsil, mengatakan hilirisasi merupakan kunci peningkatan nilai tambah sektor udang.

Menurutnya, selama ini sebagian besar keuntungan masih dinikmati di luar daerah. Oleh karena itu, industri pengolahan perlu dibangun di NTB agar manfaat ekonominya lebih besar bagi masyarakat lokal.

Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya standar internasional dalam budidaya udang. Dengan demikian, produk udang NTB dapat bersaing di pasar ekspor.

Tantangan Industri Tambak Udang di NTB

Di sisi lain, Ketua SCI Wilayah Lombok, Suryadi Adinata, mengungkapkan bahwa industri tambak udang masih menghadapi berbagai tantangan.

Mulai dari persoalan regulasi, risiko gagal panen, hingga kebijakan perdagangan internasional seperti tarif antidumping. Meski demikian, ia optimistis sektor ini memiliki prospek besar apabila didukung regulasi yang sederhana dan iklim investasi yang kondusif.

Karena itu, seluruh pihak sepakat bahwa hilirisasi industri tambak udang di NTB harus menjadi agenda bersama untuk memperkuat ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing produk perikanan NTB di pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *