Gubernur NTB Dorong Corporative Government untuk Perkuat Iklim Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Mataram (17/3) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan ramah bagi pelaku usaha. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam kegiatan buka puasa bersama para pemangku kepentingan ekonomi, pelaku bisnis, dan investor yang digelar di Pendopo Gubernur, Senin (16/3).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin membangun pola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap dunia usaha melalui konsep corporative government, yakni model tata kelola pemerintahan yang selaras dengan kebutuhan sektor bisnis dan investasi.
“Kami ingin menjadi pemerintah yang dikelola dengan gaya corporative government agar lebih selaras dengan kalangan bisnis dan pelaku ekonomi,” ujar Iqbal.
Pemprov NTB Siap Jadi Katalisator Pertumbuhan Ekonomi
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB siap berperan sebagai katalisator dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pada awal tahun 2025 pemerintah menyadari bahwa sejumlah rencana pembangunan masih belum sepenuhnya sejalan dengan kebutuhan dunia usaha.
Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang untuk melakukan penyesuaian kebijakan, termasuk revisi rencana pembangunan apabila diperlukan, guna mendukung iklim investasi yang lebih kondusif.
“Jika memang kebutuhannya adalah revisi rencana pembangunan, maka pemerintah akan proaktif memberikan dukungan terhadap investasi,” tegasnya.
Pelaku Bisnis Diharapkan Beri Masukan Strategis
Dalam forum tersebut, Gubernur juga mengajak para pelaku usaha dan investor untuk menyampaikan pandangan serta masukan terkait kondisi perekonomian NTB. Hal ini dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan ekonomi daerah.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku bisnis sangat dibutuhkan untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Target Pertumbuhan Ekonomi NTB di Atas 6 Persen
Gubernur juga menjelaskan bahwa benchmark dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan visi “Makmur Mendunia” sebelumnya mengacu pada pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada September 2024.
Berdasarkan acuan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB kemudian menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 0,7 persen yang ditingkatkan menjadi 6 persen pada tahun 2025.
Namun dalam perjalanan awal pemerintahan, terjadi penyesuaian karena kondisi ekonomi daerah ternyata memulai dari angka pertumbuhan minus 1,47 persen, bukan 5,3 persen sebagaimana benchmark sebelumnya.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi NTB berhasil mencapai angka 3,22 persen pada akhir tahun tersebut.
“Dari perspektif target 6 persen memang belum tercapai, tetapi jika dilihat dari kenaikan pertumbuhan dari 0,70 menjadi 4,69 dalam kurun waktu setahun, ini merupakan kemajuan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi NTB 2026
Gubernur berharap momentum peningkatan ekonomi tersebut dapat terus dijaga bersama oleh pemerintah, pelaku usaha, serta investor.
Ia optimistis bahwa dengan kerja sama semua pihak, pertumbuhan ekonomi NTB dapat mencapai target di atas 6 persen, meskipun tetap menghadapi berbagai tantangan dari faktor ekonomi global, nasional, maupun regional.
“Mudah-mudahan momentum kenaikan ini bisa kita jaga bersama pada tahun ini dengan target pertumbuhan di atas 6 persen,” pungkasnya.
Acara buka puasa bersama yang diinisiasi oleh Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi NTB tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ekonomi, pelaku bisnis, serta investor yang berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
