Matinya Fitur Live Streaming TikTok karena Demo, Kreator dan UMKM Merugi
Jakarta – Gelombang aksi demo yang menuntut pembatasan penggunaan TikTok akhirnya berbuah hasil. Salah satu fitur paling populer, Live Streaming, resmi dimatikan. Keputusan ini memunculkan pro dan kontra, terutama di kalangan kreator dan pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan fitur tersebut.
Dalam aksinya, para demonstran menilai TikTok Live memicu sejumlah persoalan, mulai dari dampak sosial bagi generasi muda hingga persaingan bisnis yang dianggap tidak sehat dengan pelaku usaha lokal. Tekanan massa inilah yang kemudian membuat pemerintah bersama manajemen TikTok mengambil langkah tegas untuk menonaktifkan fitur tersebut.
Namun, keputusan itu juga membawa dampak besar:
Kreator Kehilangan Mata Pencaharian
Banyak kreator konten yang biasa memperoleh penghasilan dari gift dan donasi audiens merasa terpukul. Tanpa Live, pendapatan mereka berpotensi anjlok signifikan.UMKM Tersingkir dari Etalase Digital
Live Streaming selama ini menjadi jalur cepat promosi produk lokal. Dengan dicabutnya fitur ini, UMKM kehilangan media pemasaran interaktif yang efektif dan murah.Eksodus Pengguna ke Platform Rival
Sebagian besar pengguna kini mulai mencari alternatif ke platform lain seperti Instagram Live, YouTube Live, hingga Shopee Live yang masih menyediakan fitur siaran langsung.
Menurut pengamat ekonomi digital, langkah pemutusan ini bisa menurunkan daya saing TikTok di Indonesia. Sebab, Live Streaming sebelumnya bukan hanya hiburan, tetapi juga ekosistem ekonomi kreator yang berkembang pesat.
Kini, baik kreator maupun UMKM dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan, sembari mencari strategi baru agar tetap bertahan di era persaingan digital.
