MuhammadiyahOpini

Johan Rosihan: Muhammadiyah Berperan Meneguhkan Pendidikan dan Identitas Kebangsaan di Usia 113 Tahun

175 kali dibaca

Jakarta (18/11) — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, H. Johan Rosihan, S.T., menyampaikan pandangannya terkait peringatan Milad Muhammadiyah ke-113. Dalam keterangannya di Jakarta, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan kebangsaan serta memajukan pendidikan nasional.

Johan Rosihan menjelaskan bahwa selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, melainkan sebagai gerakan pembaruan yang berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter bangsa. “Perjalanan Muhammadiyah selama 113 tahun adalah bukti nyata komitmen terhadap Islam berkemajuan dan nilai kebangsaan yang moderat,” ujarnya.

Menurut Johan, kontribusi Muhammadiyah dalam isu kebangsaan terlihat dari konsistensinya menjaga semangat persatuan, toleransi, dan literasi publik. Ia menilai bahwa Muhammadiyah menjadi salah satu kekuatan masyarakat sipil yang memainkan peran penyeimbang dalam dinamika sosial dan politik Indonesia. “Di tengah berbagai tantangan kebangsaan, Muhammadiyah tetap hadir membawa pandangan jernih, rasional, dan menyejukkan,” tambahnya.

Peran Penting di Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, Johan Rosihan menekankan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan ribuan sekolah, madrasah, perguruan tinggi, dan pusat pembelajaran yang tersebar di seluruh Indonesia, ia menyebut Muhammadiyah berkontribusi secara nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kontribusi pendidikan Muhammadiyah bukan hanya pada kuantitas lembaga, tetapi juga kualitas. Muhammadiyah berhasil membangun ekosistem pendidikan yang menanamkan nilai keilmuan, akhlak, dan karakter kebangsaan,” katanya.

Ia juga menilai bahwa sistem pendidikan Muhammadiyah konsisten mendorong lahirnya generasi berdaya saing, moderat, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, peran tersebut semakin penting di tengah tantangan global seperti disrupsi teknologi, krisis informasi, dan melemahnya literasi kebangsaan di kalangan generasi muda.

Penguatan Kebangsaan Melalui Pendidikan

Johan Rosihan menegaskan bahwa isu kebangsaan dan pendidikan saling berkaitan erat. Ia memandang model pendidikan Muhammadiyah yang mengintegrasikan nilai keislaman, kemodernan, dan kebangsaan menjadi contoh ideal penguatan identitas nasional. “Muhammadiyah berhasil menunjukkan bahwa pendidikan berkarakter dapat menjadi fondasi ketahanan bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa negara perlu memperkuat kolaborasi dengan organisasi seperti Muhammadiyah untuk mengatasi tantangan kebangsaan, termasuk masalah intoleransi, maraknya disinformasi, hingga krisis etika publik. “Kolaborasi antara negara, masyarakat, dan organisasi pendidikan seperti Muhammadiyah merupakan kunci untuk menjaga arah pembangunan bangsa,” katanya.

Harapan di Usia ke-113

Menutup pernyataannya, Johan Rosihan menyampaikan ucapan selamat Milad ke-113 kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah. Ia berharap Muhammadiyah terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat pendidikan, membangun karakter bangsa, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Di usia 113 tahun, saya berharap Muhammadiyah tetap menjadi kekuatan besar yang memajukan umat, menjaga kebangsaan, dan mendorong Indonesia menjadi negara berkemajuan,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *