Opini

Menjaga Hutan NTB Adalah Menjaga Masa Depan Daerah

134 kali dibaca

Oleh: Astan Wirya, S.H., M.H., Polisi Kehutanan Ahli Muda

Hutan bukan sekadar hamparan pepohonan. Bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat, hutan merupakan sumber kehidupan yang menjaga keseimbangan air, tanah, dan ekosistem. Karena itu, menjaga kelestarian hutan bukan hanya persoalan lingkungan, melainkan juga menyangkut keselamatan masyarakat serta masa depan pembangunan daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai peristiwa bencana alam seperti banjir dan kerusakan infrastruktur semakin sering terjadi di sejumlah wilayah NTB. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa hubungan antara kelestarian hutan dan keselamatan manusia tidak dapat dipisahkan.


Kerusakan Hutan dan Ancaman Bencana Alam

Pertama, kita perlu memahami bahwa hutan memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Hutan berperan sebagai penyerap air hujan, penahan erosi, sekaligus pengatur keseimbangan iklim lokal.

Namun ketika tutupan hutan berkurang akibat penebangan liar, alih fungsi lahan, atau aktivitas yang tidak terkendali, kemampuan alam dalam menyerap air akan menurun secara drastis.

Akibatnya, ketika curah hujan tinggi terjadi dalam waktu singkat, air tidak lagi tertahan oleh akar pohon dan tanah hutan. Sebaliknya, air langsung mengalir ke wilayah permukiman dan menyebabkan banjir.

Situasi inilah yang beberapa waktu terakhir dirasakan di sejumlah daerah di NTB. Hujan yang turun selama beberapa hari berturut-turut menyebabkan banjir di berbagai titik. Oleh karena itu, kerusakan hutan harus dilihat sebagai persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.


Peran Polisi Kehutanan dalam Menjaga Kawasan Hutan

Selanjutnya, dalam upaya menjaga kelestarian hutan, peran aparat kehutanan sangatlah penting. Para Polisi Kehutanan (Polhut) menjadi garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai bentuk pelanggaran.

Sebagai bagian dari sistem pengawasan dan penegakan hukum di sektor kehutanan, kami di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berupaya memperkuat fungsi pengawasan di lapangan.

Namun demikian, penegakan hukum saja tidak cukup. Selain melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran, pendekatan yang digunakan juga harus bersifat edukatif dan persuasif.

Artinya, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan harus dilibatkan sebagai mitra dalam menjaga kelestarian lingkungan.


Kolaborasi dengan Masyarakat Sekitar Hutan

Lebih jauh lagi, masyarakat sekitar hutan memiliki peran yang sangat strategis. Mereka adalah pihak yang hidup berdampingan langsung dengan kawasan hutan setiap hari.

Karena itu, pendekatan yang humanis menjadi kunci dalam menjaga hutan secara berkelanjutan. Ketika masyarakat merasa dilibatkan dan mendapatkan manfaat dari kelestarian hutan, maka kesadaran untuk menjaga lingkungan akan tumbuh secara alami.

Sebaliknya, apabila masyarakat tidak dilibatkan dalam pengelolaan hutan, maka potensi konflik serta kerusakan lingkungan akan semakin besar.

Dengan demikian, menjaga hutan harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat kehutanan, serta masyarakat.


Momentum Ramadan untuk Menjaga Alam

Di sisi lain, nilai-nilai moral dan spiritual juga dapat menjadi penguat kesadaran dalam menjaga lingkungan. Bulan Ramadan, misalnya, mengajarkan umat manusia untuk menahan diri, menjaga keseimbangan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

Nilai tersebut sejalan dengan semangat menjaga alam dari kerusakan. Menahan diri dari tindakan yang merusak hutan adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang.

Karena itu, momentum Ramadan dapat dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.


Menjaga Hutan Berarti Menjaga Masa Depan

Pada akhirnya, menjaga hutan berarti menjaga masa depan daerah. Ketika hutan tetap lestari, maka sumber air akan terjaga, tanah tetap subur, dan risiko bencana dapat ditekan.

Sebaliknya, jika kerusakan hutan terus dibiarkan, maka yang kita wariskan kepada generasi berikutnya bukanlah kemakmuran, melainkan berbagai persoalan lingkungan yang semakin kompleks.

Oleh karena itu, menjaga hutan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat kehutanan semata. Ini adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat NTB.

Sebab pada akhirnya, masa depan daerah ini sangat ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan alam hari ini. 🌿

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *