Ekonomi

NTB–ID FOOD Teken MoU Industri Ayam Terintegrasi, Perkuat Hilirisasi Peternakan dan Ketahanan Pangan

225 kali dibaca

Jakarta (09/3) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID FOOD) untuk mengembangkan industri ayam terintegrasi sebagai bagian dari upaya memperkuat hilirisasi sektor peternakan sekaligus mendorong kemandirian pangan daerah.

Nota kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo di Gedung PT Rajawali Nusantara Indonesia, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Agung Suganda.


Bangun Ekosistem Industri Ayam dari Hulu hingga Hilir

Kerja sama ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun ekosistem industri perunggasan modern yang terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa proyek industri ayam terintegrasi tidak sekadar investasi di sektor peternakan, tetapi merupakan strategi besar untuk memperkuat kesejahteraan peternak rakyat sekaligus meningkatkan ketahanan pangan daerah.

“Bagi NTB, ini bukan hanya proyek investasi biasa, tetapi langkah strategis untuk membangun ekosistem peternakan yang lebih adil dan memberdayakan peternak rakyat,” ujar Miq Iqbal.

Menurutnya, selama ini sektor strategis dalam industri perunggasan seperti penyediaan bibit ayam atau Day Old Chick (DOC) serta pakan masih didominasi oleh perusahaan besar.

Akibatnya, banyak peternak rakyat hanya bertahan dalam pola kemitraan yang membuat mereka sulit berkembang secara mandiri.

Dengan adanya industri ayam terintegrasi di NTB, pemerintah berharap tercipta struktur usaha yang lebih sehat serta memberikan ruang lebih luas bagi peternak lokal untuk berkembang.


Pasokan Telur dan Daging Ayam Masih Defisit

Selain memperkuat ekosistem peternakan, proyek ini juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan pangan di NTB yang terus meningkat.

Menurut Gubernur NTB, kebutuhan produk peternakan seperti telur dan daging ayam di daerah tersebut masih mengalami defisit sehingga sebagian pasokan masih bergantung dari luar daerah.

Kondisi ini diperkirakan semakin meningkat seiring dengan implementasi program nasional Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan pasokan pangan dalam jumlah besar.

“Saat ini penerima manfaat program tersebut di NTB sudah mendekati seribu satuan layanan. Artinya kebutuhan pasokan pangan, termasuk produk peternakan, akan terus meningkat,” jelasnya.

Karena itu, pembangunan industri ayam terintegrasi dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan stabilitas pasokan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.


Proyek Hilirisasi Ayam Senilai Rp1,2 Triliun

MoU ini merupakan tindak lanjut dari pembangunan mega proyek hilirisasi ayam terintegrasi senilai Rp1,2 triliun yang sebelumnya telah dimulai di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.

Proyek tersebut dirancang untuk membangun sistem industri perunggasan modern yang mencakup penyediaan bibit unggul, produksi pakan, budidaya ayam, hingga pengolahan dan distribusi produk peternakan.

Pemerintah Provinsi NTB juga menyatakan siap memberikan dukungan penuh agar proyek ini dapat berjalan optimal, terutama melalui penguatan konektivitas logistik, dukungan infrastruktur, serta pengembangan ekosistem usaha peternakan daerah.

“Insya Allah apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah akan kami selesaikan secepat mungkin agar proyek ini segera berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Miq Iqbal.


ID FOOD Siapkan Jaringan Distribusi Nasional

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menjelaskan bahwa sebagai holding BUMN pangan, ID FOOD memiliki kapasitas besar dalam mendukung pengembangan sektor peternakan nasional.

Saat ini ID FOOD memiliki jaringan distribusi yang luas, antara lain 74 cabang distribusi, 24 fasilitas cold storage, 1.051 dry storage, serta lebih dari 900 armada logistik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui kerja sama ini, perusahaan akan membangun ekosistem peternakan terintegrasi di NTB melalui berbagai tahapan rantai nilai produksi.

Pada tahap hulu, perusahaan akan mendukung penyediaan kebutuhan dasar peternakan seperti bibit unggul, pakan, obat, dan vaksin.

Pada tahap produksi, peternak rakyat akan dilibatkan melalui skema contract farming dan perjanjian offtake sehingga hasil produksi memiliki kepastian pasar.

Selain itu, peternak juga akan mendapatkan pelatihan, asistensi teknis, serta akses pembiayaan melalui berbagai skema seperti kredit investasi, kredit modal kerja, hingga **Kredit Usaha Rakyat (KUR).


Dorong Peternak Rakyat Jadi Aktor Utama

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda menegaskan bahwa proyek ayam terintegrasi merupakan program strategis nasional yang mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.

Menurutnya, pembangunan proyek ini tidak hanya berfokus pada fasilitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem industri yang melibatkan peternak rakyat sebagai aktor utama dalam rantai produksi.

“Yang kita bangun bukan sekadar fasilitas produksi, tetapi ekosistem industri ayam terintegrasi yang melibatkan peternak rakyat sebagai bagian utama dari rantai produksi,” tegasnya.

NTB sendiri ditetapkan sebagai salah satu klaster utama pengembangan proyek ayam terintegrasi nasional karena memiliki potensi wilayah yang besar serta dukungan kuat dari pemerintah daerah.


Motor Baru Ekonomi Daerah

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, ID FOOD dijadwalkan melakukan survei lapangan lanjutan di Kabupaten Sumbawa untuk memastikan kesiapan teknis, operasional, serta kelayakan lokasi proyek.

Langkah ini dinilai penting agar pembangunan industri ayam terintegrasi dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, serta peternak rakyat, proyek ini diharapkan menjadi motor baru penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari wilayah Nusa Tenggara Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *