Program Profesor Berdampak NTB: Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Dorong Kolaborasi Ilmiah untuk Pembangunan, UMKM, dan Pengentasan Kemiskinan
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup berjalan, tetapi harus menyelesaikan masalah nyata masyarakat.
Hal ini disampaikan saat pertemuan dengan Rektor Universitas Mataram, Sukardi, dan para guru besar, yang membahas penguatan kolaborasi ilmiah melalui program Profesor Berdampak dan KKN Berdampak.
Menurutnya, tantangan NTB masih kompleks, mulai dari kemiskinan ekstrem, desa lambat berkembang, hingga UMKM yang belum naik kelas. Karena itu, dibutuhkan pendekatan berbasis data dan riset.
Iqbal menekankan dua kunci, yakni orkestrasi dan kolaborasi. Orkestrasi berarti pemerintah mengatur arah dan prioritas, sedangkan kolaborasi menghadirkan peran kampus sebagai penyedia solusi ilmiah.
Dengan demikian, akademisi tidak hanya mengamati, tetapi terlibat langsung di lapangan. Sementara itu, mahasiswa menjadi penghubung antara teori dan praktik.
Selain itu, pendekatan ini memperbaiki kelemahan program sebelumnya yang belum berbasis data. Misalnya, di sektor peternakan dikembangkan pakan lokal untuk efisiensi, sedangkan UMKM didampingi hingga produksi dan pemasaran.
Di sisi lain, kolaborasi ini juga mengoptimalkan fasilitas melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), sehingga mesin produksi dapat dimanfaatkan untuk hilirisasi ekonomi.
Program Desa Berdaya pun diperkuat melalui pemetaan potensi desa, sehingga intervensi lebih tepat sasaran. Karena itu, pengentasan kemiskinan tidak hanya berbasis bantuan, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat.
Dengan demikian, sinergi antara Pemprov NTB dan Universitas Mataram membentuk sistem pembangunan terintegrasi, berbasis riset dan inovasi.
Ke depan, NTB ditargetkan menjadi model pembangunan berbasis ilmu di Indonesia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
