Opini

Pernyataan Sikap Ikatan Pelajar Majelis Adat Sasak: Idul Fitri 1447 H dan Nyepi 1948 Saka Perkuat Toleransi di NTB

402 kali dibaca

Oleh: Lalu Riki Wijaya, Ketua Ikatan Pelajar Majelis Adat Sasak

Mataram – Momentum perayaan Idulfitri 1447 Hijriyah dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang berlangsung beriringan pada 2026 menjadi realitas sosial yang sarat makna, khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Perjumpaan dua hari besar keagamaan ini bukan sekadar kebetulan kalender, melainkan peluang strategis untuk memperkuat nilai toleransi, penghormatan, serta kebijaksanaan dalam kehidupan sosial, terutama di tengah keberagaman masyarakat Sasak.

Idulfitri dimaknai sebagai puncak penyucian diri setelah menjalani ibadah Ramadan, yang menekankan keikhlasan, pengendalian diri, dan penguatan ukhuwah. Sementara itu, Nyepi menjadi momentum sakral bagi umat Hindu untuk melakukan perenungan, penyucian batin, serta menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Meskipun berbeda secara keyakinan dan praktik, kedua perayaan ini memiliki nilai universal yang sama, yakni kedamaian, introspeksi, dan harmoni kehidupan.


Toleransi sebagai Fondasi Kehidupan Masyarakat Sasak

Ikatan Pelajar Majelis Adat Sasak menegaskan bahwa keberagaman merupakan keniscayaan yang harus disikapi secara bijak. Nilai tersebut sejalan dengan prinsip dalam Al-Qur’an, khususnya “lakum dinukum wa liya din”, yang menegaskan kebebasan setiap individu dalam menjalankan keyakinannya tanpa paksaan.

Dengan demikian, toleransi bukan hanya sekadar sikap sosial, melainkan fondasi etik dalam menjaga kerukunan dan stabilitas kehidupan masyarakat multikultural di NTB.


Pernyataan Sikap Ikatan Pelajar Majelis Adat Sasak

Sebagai bentuk komitmen menjaga harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, Ikatan Pelajar Majelis Adat Sasak menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Menghormati umat Islam yang merayakan Idulfitri dan umat Hindu yang menjalankan Nyepi sebagai wujud keberagaman harmonis.
  2. Mengajak generasi muda dan pelajar memperkuat toleransi, saling menghargai, serta menjaga ketertiban sosial.
  3. Meneguhkan nilai kearifan lokal Sasak seperti saling asah, saling asih, dan saling asuh dalam kehidupan bermasyarakat.
  4. Mendorong terciptanya suasana kondusif agar setiap umat dapat beribadah dengan khusyuk dan aman.
  5. Menegaskan bahwa kerukunan adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Momentum Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

Momentum beriringannya Idulfitri dan Nyepi 2026 diharapkan menjadi penguat persaudaraan lintas agama dan budaya di Indonesia, khususnya di NTB yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi.

Ikatan Pelajar Majelis Adat Sasak mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga harmoni, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun peradaban yang berkeadaban.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *